buku penjas orkes smp kelas IX semester 1

Januari 7, 2010 at 3:34 am (kuliah) (, , , , , , , , , , , )

BAB I

Permainan dan Olahraga

(Permainan Bola Besar)

Standart Kompetesi

  • Mempraktikan berbagai teknik dasar ke dalam permainan dn olahraga serta nilai-nilai yang tetrkandung di dalamnya.

Kompetensi Dasar

  • Mepraktikkan variasi dan kombinasi teknik dasar salah satu pemainan da olahraga beregu bola esar lanjutan dengan konsisten serta nilai kerjasama, toleransi, percaya diri, keberanian, menghargai lawan, dan bersedia berbagi tempat dan peralatan.

  1. PERMAINAN BOLABASKET

Permainan bola basket masuk ke Indonesia, di bawah oleh perantau Cina, setelah perang Dunia II berakhir. Induk organisasi bola basket di Indonesia didirikan pada tanggal 23 Oktober 1951 dengan nama Pesatuan Basketball Seluruh Indonesia (PERBASI) organisasi tersebu dipimpin oleh Thony Wher sebagai ketua dan Wim Latumeter sebagai sekertaris.

  1. Teknik Permainan Bolabasket
    1. Teknik Menembak sambil Melompat (jumpshot)

      1. Berdirilah dengan posisi kaki melangkah agak serong dan bola dipegang di depan badan.

      2. Rendahkan kedua lutut dan bawa bola ke atas depan dahi hingga posisi bola di atas kepala.

      3. Tolakkan kedua kaki ke atas tegak lurus bersamaan kedua tangan diluruskan ke ats dengan gerakan mendorong ke atas.

      4. Lepaskan bola dari kedua pegangan tangan setelah lompatan pada saat titik tertinggi atau saat turun, kemudian mendaratlah kembali dengan kaki diikuti kedua lutut mengeper.

    1. Men-drible

Men-drible yaitu menggiring bola dengan cara memantul-mantulkan bola ke lantai dengan menggunakan satu tangan. Teknik men-drible dibedakan menjadi dua, yaitu:

      1. Teknik men-drible tinggi, dilakukan dengan cara menggiring bola sambil berjalan atau berlari pelan.

      2. Teknik mendrible rendah, dilakukan dengan tempo yang sedikit cepat sambil mencari arah agar terhindar perebutan bola, biasanya dilakukan untuk melakukan trobosan ke pertahanan lawan.

    1. Teknik Terpadu

Teknik terpadu merupakan latihan yang menggabungkan teknik-teknik dasar yang telah dipelajari dalam satu latihan secara bersama-sama yang bertujian untuk lebih meningkatkan keterampilan bermain.

      1. Menagngkap bola

Posisi awal teknik menangkap bola adalah berdiri tegak dengan kedua kaki dibuka. Posisi lutut dibuka dengan siku kedua tangan sedikit ditekuk. Keduan tangan berada di depan dada dengan jari-jari dibuka dan agak ditekuk, serta telapak tangan mengarah ke depan.

Pada saat menerima bola, tangan segera ditarik ke arah dada dan jari tangan memegang bola.

      1. Menggiring Bola dan Menghindari Lawan

Menggiring bola bertujuan untuk menerobos pertahanan lawan, mempercepat usaha memasukkan bola ke dalam keranjang, dan mengacaukan pertahanan lawan. Cara menghindari lawan yang akan merebut bola yaitu dengan melakukan gerakan menggiring rendah atau dikombinasikan dengan gerakan pivot.

      1. Menggiring Bola dan Melewati Lawan

Menggiring bola dan melewati lawan dilakukan dengan caraberlari sambil berbelok ke kanan dan ke kiri. Pelatihan ini dikombinasikan dengan gerakan yang lain, misalnya berputar.

  1. Peraturan Permainan Bolabasket

    1. Jump Ball

Jump Ball yaitu bola permulaan yang dilempar oleh wasit

    1. Held Ball

Held Ball yaitu dua orang pemain atau lebih memegang bola secara bersama-sama dalam waktu yang agak lama. Apabila terjadi Held Ball maka dilakukan Jump Ball.

    1. Three Second Rule

Three Second Rule yaitu peraturan tiga detik maksudnya seorang pemain tidak boleh berada pada daerah terlarang di pihak lawan melebihi waktu tiga detik sedang bola dalam kontrol regunya. Hukumannya berupa lemparan kedalam babgi regu lawan.

    1. Personal Foul

Personal Foul atau kesalahan perorangan meliputi hal-hal berikut:

      1. Memukul bola dengan tangan mengepal

      2. Mendrible bola dengan dua tangan

      3. Melakukan pivot yang salah

      4. Sengaja menyentuh bola dengan kaki/lutut ke bawah

      5. Pada saat membawa bola, melangkah lebih dari satu langkah/running

      6. Tidak berusaha memainkan bola yang dipegang selama 5 detik

      7. Selama mendrible melanggar atau menabrak lawan yang berada di daerah hukuman lawan lebih dari 3 detik dan tidak membawa bola (three second foult)

      8. Menyentuh lawan, kecuali dua orang lawan pada suatu saat mempunyai hak sama atas bola, yaitu waktu jump ball, waktu shooting atau di lain tempat menurut kebijaksanaan wasit.

      9. Main kasar terhadap lawan, bila sampai menghilangkan suatu ”harapan masuk” dihukum dengan pinalti 2 atau dikeluakan dari lapangan.

      10. Menghalang-halangi gerak lawan dengan tangan.

Hukuman dari kesalahan tersebut di atas adalah:

        1. Untuk pelanggaran 1-8, berupa lemparan ke dalam (throw-in) untuk lawan

        2. Untuk pelanggaran 9-10, berupa pinalti 2 kali dan jika lebih dari 4 kali pelanggaran dikeluarkan dan diganti.

    1. Technical Foul

Technical foul atau kesalahan teknik meliputi hal-hal sebagai berikut.

      1. Berbicara atau menghubungi wasit dengan kasar

      2. Mengeluarkan kata-kata kotor

      3. Menggagu seorang lawan atau menghalang-halangi penglihatan lawan dengan melambai-lambaiakn lawan.

      4. Dengan sengaja memperlambat permainan

      5. Tidak segera mengangkat tangannya pada saat kesalahan dikenakan

      6. Mengganti nomor tanpa melapor kepada scorer.

      7. Memasuki lapangan sebagai pengganti tanpa melapor

      8. Menyepak bola pada waktu bola mati

      9. Pemain bercakap-cakap dengan orang lain

Hukuman dari pelanggaran di atas tersebut berupa pinalti 1 kali.

  1. Pola Penyerangan

Pola penyerangan dalam permainan Bolabasket dibagi menjadi dua cara, yaitu pola penyerangan bebas, dan pola penyerangan kilat.

    1. Pola Penyerangan Bebas

Pola penyerangan bebas yaitu pola penyerangan yang dilakukan oleh setiap pemain dengan mengeluarkan semua kemapuan yang ada. Pola penyerangan ini tidak ada aturan baku, tetapi setiap individu dituntut mampu bekerja sama dalam tim sehingga menjadi team yang solid untuk melakukan penyerangan.

    1. Pola Penyerangan Kilat

Pola penyerangan kilat biasanya dilakukan dengan gerakan cepat, artinya dilakukan hanya beberapa operan panjang. Dengan serangan tersebut lawan tidak mempunyai kesempatan menyusun pertahanan sehingga dengan mudah bola masuk jaring.

Contoh pola penyerangan adalah sebagai berikut:

  1. Pola Pertahanan

Beberapa pola pertahanan dalam permainan bolabasket yaitu sebagai berikut:

    1. Man to Man (pertahanan satu lawan satu)

Pola pertahanan satu lawan satu dilakukan dengan cara setiap pemain menjaga lawan, masing-masing secara ketat. Keuntungan dari pola pertahanan tersrebut yaitu:

      1. Mudah dilakukan

      2. Merupakan pertahanan dasar

      3. Pembagian tugas yang tetap dan tertentu bisa dilakukan sesuai keadaan

      4. Dapat menambah kekuatan team

Adapun kerugian pola pertahanan tersebut yaitu:

  • Menyita konsentrasi individu

  • Membutuhkan kemampuan yang tinggi

  • Membutuhkan stamina yang tinggi

  • Biasanya para pemain sering melakukan pelanggaran

  • Membutuhkan pemahaman yang tinggi terhadap penyerangan

Contoh pola pertahanan Man to Man adalah posisi 2: 1: 2. untuk hal tersebut para pemian dituntut mempunyai olah kaki dengan cepat, tepat, dan akurat.

s

    1. Zone defence (Pertahanan Daerah)

Dengan pola pertahanan ini setiap pemain sudah ditentukan tugas dan tanggung jawab untuk menjaga daerahnya masing-mamsing. Pola yang biasa digunakan antara lain sebagai berikut:

        1. 2 : 1 : 2

        2. 1 : 2 : 2

        3. 3 : 2

        4. 2 : 3

          • Keuntungan dari pola pertahanan daerah yaitu:

  1. hemat tenaga

  2. bisa mematikan serangan penembak

  3. tepat untuk menghadapi lawan yang lemah

    • Adapun kerugian pola pertahanan daerah yaitu:

  1. serangan balik dari lawan akan cepat

  2. daerah pertahanan sering tidak terjaga

  3. perhatian pemain bisa buyar kepada dua atau lebih pemain lawan
    1. Sistem Pertahanan Gabungan

System pertahanan gabungan merupakan gabungan natar man to mamn dan zone defence. Dalam sistem pertahanan tersebut setiap pemain menjaga daerah pertahanannya mamsing-masing dan seorang pemain selalu menjaga pemain penyerang yang dianggap berbahaya.

Rangkuman

Permainan bola basket masuk ke Indonesia dibawa olelh perantau Cina, setelah perang dunia ke II berakhir. Induk Organisasi Bola Basket Indonesia didirikan pada tanggal 23 Oktober 1951 dengan nama Persatuan BasketBall seluruh Indonesia (PERBASI). Organisasi tersebut dipimpin oleh Tony Wher sebagai ketua dan Wim Latumeter sebagai sekretaris. Teknik Permainan Bolabasket yaitu: Teknik Menembak sambil Melompat (jumpshot), Men-drible, dan Teknik Terpadu meliputi:

      1. Menanggkap bola

      2. Menggiring Bola dan Melewati Lawan

      3. Menggiring Bola dan Menghindari Lawan

Peraturan Permainan Bolabasket dalam bola basket meliputi:

            1. Jump Ball

            2. Held Ball

            3. Three Second Rule

            4. Personal Foul

            5. Technical Foul

Pola Penyerangan

              1. Pola Penyerangan Kilat

Pola penyerangan bebas yaitu pola penyerangan yang dilakukan oleh setiap pemain dengan mengeluarkan semua kemapuan yang ada

              1. Pola Penyerangan Bebas

Pola penyerangan kilat biasanya dilakukan dengan gerakan cepat, artinya dilakukan hanya beberapa operan panjang

Pola Pertahanan dalam bola basket antara lain:

  1. Man to Man (pertahanan satu lawan satu)

  2. Zone defence (Pertahanan Daerah)

  3. Sistem Pertahanan Gabungan

Evaluasi Bab I

      1. Berilah tanda silang (x) huruf a, b, c, atau d pada jawaban yang paling benar!
  1. PERBASI didirikan pada tanggal……..

    1. 23 Agustus 1951

    2. 23 September 1951

    3. 23 Oktober 1951

    4. 23 Nopember 1951

  2. Teknik menggiring bola dalam bolabasket dibedakan menjadi…….

    1. Menggiring bola atas dan bawah

    2. Menggiring bola tinggi dan rendah

    3. Menggiring bola vertical dan horizontal

    4. Menggiring bola visual dan nonvisual

  3. Teknik menggiring bola rendah pada permaian bolabasket dilakukan untuk……..

    1. Shooting

    2. Menghindari perebutan bola

    3. Pengoperan bola

    4. Terobosan ke daerah lawan

  4. Dua orang atau lebih pernah memegang bola secara bersamaan disebut dengan…….

    1. Holding

    2. Pushing

    3. Held ball

    4. Jump ball

  5. Posisi lengan yang bebar pada saat setelah melakukan passing bolabasket adalah……..

    1. Lurus ke depan dengan rileks

    2. Ditekuk ke depan dengan rileks

    3. Disilangkan ke depan dengan rileks

    4. Diputar ke depan dengan rileks

  6. Nama Federasi Internasional Bola basket pertama adalah………….

  1. FBBA

  2. FBA

  3. FIBA

  4. FABB

  1. Jika pemain basket menghalang-halangi gerak lawan dengan tangan maka akan dihukum dengan……………………

  1. Pinalti 1 kali

  2. Pinalti 2 kali

  3. Pinalti 3 kali

  4. Throw in 1 kali

  1. Posisi berat badan yang benar saat melakukan passing bola basket adalah……………….

  1. Depan

  2. Belakang

  3. Samping

  4. Atas

  1. Jumlah anggota regu dalam permainan bola basket adalah………………….orang

  1. 4

  2. 5

  3. 6

  4. 7

  1. Menggiring bola dalam perrmainan bola basket disebut………………..

  1. Drible

  2. Lay up

  3. Jumpshot

  4. Jump ball

      1. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan benar!

  1. Apakah yang dimakskud dengan men-drible dalam permainan bolabasket?

  2. Sebutkan tiga macam kesalahan teknik dalam permainan bolabasket!

  3. Apa Singkatan dari FIBA?

  4. Apa tugas utama wasit II dalam pertandingan bolabasket?

  5. Jelaskan ketentuan pergantian pemain dalam pemain dalam permainan bolabasket!

      1. Pengayaan

Carilah Informasi dari berbagai sumber yang membahas tentang tugas wasit dalam bolabasket!

Daftar Rujukkan

Faris, Aba S.pd. 2009. Buku Ajar Pendidikan Jasmani, dan Kesehatan untuk SMP kelas IX semester 1. Surakarta: CV Citra Pustaka.

    1. Carr, Gerry. 2006. Atletik Untuk Sekolah, Jakarta: PT.Grafindo Persada.

Departemen Pendidikan Nasional, Standart Isi 2006 Pendidikan Jasmani, Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.

Soekarno, Wuryati Dra. 2007. Teori dan Praktik Senam Dasar, Yogyakarta: PT. Intan Pariwara.

Gian, C.K. 2005. Ilmu Kedokteran Olahraga, Jakarta: Binarupa Aksara.

Yudiawan, Deni. 2006. Panduan Praktis Berpetualang di Alam Bebas, Bandung: Puspa Swara.

________.2003. Panduan Kegiatan Perkemahan dan Keterampilan Pramuka, Jakarta: Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Propinsi DKI Jakarta.

www.bmg.go.id

www.idepfoundation.com

www.kimpraswil.go.id

BAB II

PERMAINAN DAN OLAHRAGA

(Permainan Bola Kecil)

Standart Kompetensi

  • Mempraktikkan berbagai teknik dasar ke dalam permainan dan olahraga serta nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

Kompetensi Dasar

  • Mempraktikkan variasi dan kombinasi teknik dasar salah satu permainan dan olahraga beregu bola kecil lanjutkan dengan konsisten serta nilai kerjasama, toleransi, percaya diri, keberanian, menghargai lawan, bersedia berbagi tempat dan peralatan.

        1. Perlengkapan Bermain Bulu Tangkis

Permainan yang dibutuhkan dalam bermain bulu tangkis antara lain

  1. Raket pemukul

Berat raket yang direkomendasikan adalah kurang dari 150gr. Adapun jenis-jenis raket yang dipakai dalam permaianan bulu tangkis antara lain:

    1. Raket yang berat dibagian atas atau kepala cocok untuk pemain yang mempunyai corak permaianan bersifat keras.

    2. Raket yang berat dibagian pegangan atau handle, cocok untuk pemian yang memiliki corak permainan halus.

    3. Raket yang seimbang cocok untuk pemain yang memiliki kombinasi permainan keras dan halus.

      1. Shuttlecock (bola)

Terdiri dari bagian kepala dan bulu. Shuttlecock yang baik menggunakan gabus sebagai kepala dan dibungkus dengan kulit yang tipis dan kuat. Beratnya antara 73-85grains (4,73-5,50gr) dan harus mempunyai 14-16 helai bulu yang ditancapkan ke dalam gabus yang bergaris 25-28mm. Bulunya harus berukuran 64-74mm, dari ujung atas sampai ke bagian yang rata pada gabus. Diameter bagian atas shuttlecock 54-56mm dan harus diikat dengan benang secara kuat atau bahan lain yang kuat.

      1. Lapangan (court)

Bentuk lapangan dapat dilihat seperti gambar berikut:

Lantai lapangan dapat terbuat dari tanah atau pasir, kayu (woodercourt), karpet sintetis (portacourt), atau semen atau tegel (handcourt)

B. Cara Memegang Raket

Dalam permainan bulu tangkis kita mengenal ada empat cara memegang raket yaitu:

  1. Cara Amerika

Yaitu bagian tangan antara ibu jari dan jari telunjik menempel pada bagian permukaan tangkai yang gepeng (pipih).

Gunanya:

    • Untuk men-smamsh penuh

    • Untuk mengambil bola di atas net dengan mengetip ke bawah tajam

  1. Cara Inggris

Yaitu letakkan raket miring diatas lantai dan peganglah dengan cara bagian tangan antara ibu jari dengan jari telunjuk menempel pada bagian permukaan tangkai yang sempit.

  1. Cara Campuran atau Gaya Jabat Tangan

Cara ini adalah campuran atau perpaduan antara cara Amerika dengan Inggris. Yaitu raket dimiringkan, tangkai dipegang seperti saat berjabat tangan. Maka cara ini disebut juga gaya Jabat tangan.

  1. Cara Grip Backhand (Backhand grip)

Backhand grip ini dapat dilakukan menurur pegangan inggris, dengan memutar raket ¼ putaran ke kiri, sehingga ibu jari lebih aktif menekan pegangan raket.

C. Teknik Dasar Service

  1. Teknik Dasar Service Panjang Forehand

  1. Tahap persiapan:

    • Raket di pegang dengan Forehend

    • Berdiri sikap melangkah dan bola dipegang sebatas pinggang

    • Berat badan pada kaki belakang dan tangan yang memegang raket di belakang

    • Pergelangan tangan ditekuk

  1. Gerakan:

    • Pindahkan berat badan ke depan bersamaan raket diayun ke depan ke arah jatuhnya bola.

    • Kontak raket dengan bola pada ketinggian lutut

  1. Akhir Gerakan:

    • Raket mengarah ke atas lurus dengan arah gerakan bola

    • Pinggul dan bahu diputatr ke depan

    • Pandangan mengikuti arah bola

    • Arah bola melambung tinggi dan jauh

  1. Teknik Dasar Service Pendek Forehand

      1. Persiapan:

    • Raket dipegang dengan teknik pegangan Forehand

    • Posisi kaki sikap melangkah

    • Bola dipegang di depan setinggi pinggang

    • Berat badan bertumpu pada kaki belakang

    • Posisi tangan yang memegang raket di belakang

      1. Gerakan:

    • Pindahkan berat badan ke kaki depan bersamaan lengan yang memegang raket diayun ke depan ke arah jatuhnya bola

    • Kontak raket dengan bola pada ketinggian paha dengan gerak raket

    • Mendorong bola

    • Arah bola bergerak rendah diatas net

      1. Akhir gerakann:

    • Raket mengarah ke atas lurus dengan gerakan bola

    • Pinggang dan bahu diputar dan berat badan pada kaki depan

    • Pandangan mengikuti arah gerak bola

    • Bola jatuh dekat garis service

  1. Teknik Dasar Service Pendek Backhand

  1. Persiapan:

    • Raket dipegang dengan teknik berjabatan tangan

    • Posisi berdiri kaki lurus

    • Bola dipegeng setinggi pingang di depan badan

    • Tumpuan berat badan pada kedua kaki

    • Posisi tangan yang memegang raket di belakang bola menyilang depan badan

    • Pergelangan tangan yang memegang raket ditekuk

  1. Gerakan:

    • Pindahkan berat badan pada telapak kaki bagian depan bersamaan lengan yang memegang raket di dorong ke depan ke arah jatuhnya bola

    • Kontak raket dengan bola pada ketinggian paha dengan gerak mendorong bola

    • Arah bola bergerak rendah di atas net

  1. Akhir gerakan:

    • Raket mengarah ke atas lurus dengan arah gerak bola

    • Pandangan mengikuti arah gerak bola

    • Bola jatuh dekat garis service

  1. Variasi dan Kombinasi Pukulan Srvice Forehand dan Backhand

Latihan-latihan ini dapat dilalkukan dengan berbagai cara diantaranya:

  1. Melakukan service panjang, pendek forehand serta backhand berpasangan saling berhadapan tanpa net.

    1. Cara melakukan:

      • Pemain satu melakukkan service ke pemain ke dua

      • Pemain ke dua menangkap bola dan mengembalikan bola ke pemain ke satu dengan satu teknik service

      • Lakukan beru;ang-ulang hingga betul-betul menguasai.

  1. Melakukan service panjang, pendek forehand serta backhand pada sasaran lingkaran dihadapan dengan menggunakan net.

  1. Cara melakukan:

    • Berdiri menghadap sasaran siap melakukan service

    • Lakukan service ke arah yang dihadapkan

    • Upayakan bola tepat jatuh pada sasaran yang dituju

D. Bermain dengan Peraturan yang Dimodifikasi

Semua siswa mencari pasangan untuk mendemonstrasikan beberapa teknik dasar yang telah diterimanya dalam permainan yang sederhana. Permainan ini menggunakan lapangan yang sebenarnya akan tetapi nilai game hanya lima. Setiap pasangan memainkan permainan setelah mencapai nila 5 diganti pemain lainnya, begitu seterusnya sampai semua siswa melakukan permainan.

Ada beberapa tujuan dari kegiatan bermain bulu tangkis yang dimodifikasi, antara lain:

  1. Untuk menerapkan teknik-teknik dasar yang telah dipelajari

  2. Agar peserta didik dapat menentukan posisi dalam tim sesuai dengan keterampilannya masing-masing

  3. Agar peserta didik dapat menggunakan taktik dan strategi dalam bermain bulu tangkis

  4. Agar peserta didik dapat mengidentifikasi saat yang tepat untuk melakukan penyerangan dan pertahanan

  5. Agar peserta didik dalam bermain lebih bersifat rekreatif dan menggembirakan

Rangkuman

Cara Memegang Raket dalam permaina bulu tangkis yaitu dengan cara pegangan Cara Amerika, Cara Inggris, Cara Campuran atau Gaya Jabat Tangan, dan Cara Grip Backhand (Backhand grip).

Teknik Dasar Service dalam bulu tangkis antara lain: Teknik Dasar Service Panjang Forehand, Teknik Dasar Service Pendek Forehand, Teknik Dasar Service Pendek Backhand, dan Variasi dan Kombinasi Pukulan Srvice Forehand dan Backhand.

Bermain dengan Peraturan yang Dimodifikasi, Permainan ini menggunakan lapangan yang sebenarnya akan tetapi nilai game hanya lima. Setiap pasangan memainkan permainan setelah mencapai nila 5 diganti pemain lainnya, begitu seterusnya sampai semua siswa melakukan permainan.

Ada beberapa tujuan dari kegiatan bermain bulu tangkis yang dimodifikasi, antara lain:

  1. Untuk menerapkan teknik-teknik dasar yang telah dipelajari

  2. Agar peserta didik dapat menentukan posisi dalam tim sesuai dengan keterampilannya masing-masing

  3. Agar peserta didik dapat menggunakan taktik dan strategi dalam bermain bulu tangkis

  4. Agar peserta didik dapat mengidentifikasi saat yang tepat untuk melakukan penyerangan dan pertahanan

  5. Agar peserta didik dalam bermain lebih bersifat rekreatif dan menggembirakan

Evaluasi Bab II

    1. Berilah tanda silang (x) huruf a, b, c, atau d pada jawaban yang paling tepat!

  1. Pukulan dengan raket yang menerbangkan shuttlecock ke bidang lapangan lain secara diagonal dan bertujuan sebagai pembuka permaianan disebut……………….

  1. Smash

  2. Dropshot

  3. Service

  4. Lob

  1. Pukulan yang dilakukan untuk menerbangkan shuttlecock setinggi mungkin mengarah jauh ke belakang garis belakang garis lapangan disebut……………………..

  1. Smash

  2. Dropshot

  3. Service

  4. Lob

  1. Berikut ini yang bukan merupakan pukulan service adalah……………….

  1. Service pendek
  2. Service panjang
  3. Service drive
  4. Service dropshot
  1. Service cambuk sering juga disebut dengan service……………………
  1. Flick
  2. Drive
  3. Lob
  4. Short
  1. Pukulan yang tepat melampau jajring dan langsung jatuh ke sisi lapangan lawan disebut………………….

  1. Service

  2. Short service

  3. Lob

  4. Dropshot

  1. Pukulan yang menerjunkan shuttlecock secara tajam, curan dan cepat disebut……………..

  1. Service

  2. Lob

  3. Smash

  4. Dropshot

  1. Drive adalah pukulan yang dilakukan dengan menerbangkan shuttlecock dengan secara……………….

  1. Mendatar

  2. Melambung

  3. Meninggi

  4. Curam

  1. Cara memegang raket dengan memutar setengah lingkaran ke kiri di sebut cara…………………

  1. Inggris
  2. Handle grip
  3. Backhand grip
  4. Shake hand grip
  1. Memegang raket dengan posisi lengan lurus dengan raket sedang senar menghadap ke kiri atau ke kanan disebut cara…………………….

  1. Kampak

  2. Backhand

  3. Jabat tangan

  4. Geblok kasur

  1. Service lob tinggi dalam permainan bulu tangkis biasanya dipakai untuk permainan………………….

  1. Double

  2. Single

  3. Ganda

  4. Ganda puteri

    1. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan benar!

  1. Sebutkan jenis pukulan service dalam permainan bulu tangkis!

  2. Sebutkan jenis pukulan smash dalam permainan bulu tangkis!

  3. Apakah yang dimaksud dengan pukulan dropshot dalam bulu tangkis? Jelaskan!

  4. Apakah yang dimaksud dengan permainan netting dalam bulu tangkis? Jelaskan!

  5. Sebutkan nomor-nomor yang dipertandingkan dalam permainan bulu tangkis!

III. Pengayaan

Carilag informasi dari berbagai sumber yang membahas tentang sejarah bulutangkis! Buatlah resumenya dalam kertas folio!

Daftar Rujukkan

Faris, Aba S.pd. 2009. Buku Ajar Pendidikan Jasmani, dan Kesehatan untuk SMP kelas IX semester 1. Surakarta: CV Citra Pustaka.

        1. Carr, Gerry. 2006. Atletik Untuk Sekolah, Jakarta: PT.Grafindo Persada.

Departemen Pendidikan Nasional, Standart Isi 2006 Pendidikan Jasmani, Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.

Soekarno, Wuryati Dra. 2007. Teori dan Praktik Senam Dasar, Yogyakarta: PT. Intan Pariwara.

Gian, C.K. 2005. Ilmu Kedokteran Olahraga, Jakarta: Binarupa Aksara.

Yudiawan, Deni. 2006. Panduan Praktis Berpetualang di Alam Bebas, Bandung: Puspa Swara.

________.2003. Panduan Kegiatan Perkemahan dan Keterampilan Pramuka, Jakarta: Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Propinsi DKI Jakarta.

www.bmg.go.id

www.idepfoundation.com

www.kimpraswil.go.id

BAB III

PERMAINAN DAN OLAHRAGA

(Atletik)

Standart Kompetensi

  • Mempraktikkan berbagai teknik dasar ke dalam permainan dan olahraga serta nilai-nilai yang terkakndung di dalamnya.

Kompetensi dasar

  • Mempraktikkan teknik dasar atletik lanjutan serta nilai-nilai toleransi, percaya diri, keberanian, menjaga keselamatan diri dan orang lain, bersedia berbagi tempat dan peralatan.

A.Lari Jarak Jauh

          1. Teknik Dasar Start dan Finish

Lari jarak jauh menggunakan start berdiri, teknik memasuki garis finish dengan cara berlari terus melewati garis finish serta tidak merubah posisi badan atau gerak lari.

          1. Teknik Dasar Lari

Untuk teknik dasar lari jarak jauh, gerakan lari yang dilakukan tidak secara maksimal, kecondongan badan membentuk sodot 10 derajat. Ayunkan kedua lengan secara santai beberapa centimeter di atas pinggang dan pendaratan telapak kaki menggunakan sisi luar kaki bagian tengah.

          1. Lomba lari Jarak jauh dengan peraturan yang dimodifikasi

Ada beberapa tujuan dari kegiatan ini, antara lain:

            1. Untuk menerapkan teknik-teknik dasar yang telah dipelajari.

            2. Agar peserta didik dapat mengukur kemampuannya, baik secara teknik maupun daya tahan.

            3. Untuk menumbuhkan tenggang rasa atau kerja sama melalui kesatuan gerak langkah saat berlari dengan teman.

        1. Lompat jauh Gaya Melenting

              1. Teknik Dasar Lompat Jauh

Tujuan lompat jauh adalahmelompat sejauh-jauhnya dengan memindahkan seluruh tubuh dari titik tertentu ke titik lainnya dengan cara lain secepat-cepatnya kemudian menolak, melayang di udara dan memndarat. Ada 3 gaya lompat jauh berdasarkan cara sikap melayang di udara, yaitu:

                1. Gaya Jongkok ; pada waktu di udara bersikap jongkok

                2. Gaya Lenting ; pada waktu di udara badan dilentingkan atau gaya menggantung

                3. Gaya berjalan di Udara ; waktu di udara kaki bergerak seolah-olah berjalan di udara

Teknik-teknik dalam lompat jauh sebagai berikut:

                  1. Awalan atau ancang-ancang

Manfaat awalan pada lompat jauh adalah untuk mendapatkan kecepatan yang setinggi-tingginya sebelum mencapai balok tolakan. Panjang lintasan awalan tidak kurang dari 45m. Cara melakukan awalan lompat jauh sebagai berikut:

  1. Lari ancang-ancang sesuai kemampuan masing-masing

  2. Tambah kecepatan lari ancang-ancang sedikit demi sedikit sebelum menumpu

  3. Pinggang diturunkan sedikit pada satu langkah akhir ancang-ancang

                  1. Tumpuan atau Tolakan

Tumpuan atau tolakan kaki harus kuat agar tercapai tinggi lompatan yang cukup tanpa kehilangan kecepatan maju. Cara melakukan tolakan sebagai berikut:

  1. Ayunkan paha kaki ke posisi horizontal dan dipertahankan

  2. Luruskan sendi mata kaki, lutut dan pinggang pada waktu melakukan tolakan

  3. Bertolaklah ke depan dan ke atas

  4. Sudut tolakan 45 derajat

                  1. Melayang di Udara

Sikap badan melayang di udara yaitu sikap setelah kaki tolak menolakkan kaki pada balok tumpuan. Saat kaki tolak menolakkan kaki pada pangkal titik berat badan ke atas kemudian diikuti kaki tolak menyusul kaki ayun. Saat melayang di udara sikap tubuh menyesuaikan dengan gaya yang dipakai dalam lompat jauh. Kemudian saat akan mendarat kedua kaki diacungkan ke depan bersamaan dengan lengan diluruskan ke depan agar setelah mendarat tidak terjungkal ke belakang. Sikap saat melayang di udara seperti pada gambar berikut:

                  1. Mendarat

Mendarat harus sedemikian rupa sehingga kai yang diacungkan ke depan tidak menyebabkan pelompat akan mendarat pada pantatnya. Untuk menghindari pendaratan pada pantat ini kepala ditundukkan dan lengan diayunkan ke depan sewaktu kaki menyentuh pasir. Titik berat badan akan melampaui titik pendaratan kaki di pasir. Kaki tidak kaku dan tegang, melainkan lemas lentuk. Maka sendi lutut harus siap menekuk pada saat yang tepat

2. Peraturan lompat jauh

  1. Lintasan awalan lompat jauh lebar minimal 1,22m dan panjang 45m

  2. Panjang papan tolakan 1,22m; lebar 20cm dan tebal 10cm

  3. Lebar tempat pendataran minimal 2,75m dan jarak antara garis tolakan sampai akhir tempat lompatan minimal 10m

  4. Permukaan pasir di tempat pendataran harus datar dengan sisi atas papan tolakan

  5. Bila peserta lomba lebih dari 8 orang,setiap peserta diperbolehkan melompat 3 kali giliran dan 8 pelompat dengan lompatan terbaik dapat melompat 3 kali lagi untuk menentukan pemenang. Bila peserta hanya 8 orang atau kurang semua peserta harus melompat 6 kali giliran. Peserta diberi waktu lompat hanya 1,5 menit untuk 1 kali giliran. Lompatan yang sama ditentukan dengan melihat hasil lompatan terbaik ke 2, jika masih sama diligat lompatan terbaik ketiga dan seterusnya.

C. Lompat tinggi gaya stradle

Ada berbagai macam gaya dalam lompat tinggi antara lain

Gaya gunting, gaya western roll, gaya scott, gaya straddle dan gaya flop. Pada bab imi hanya akan dibahas tentang gaya staddle.

1. Pengertian lompat tinggi gaya straddle

Lompat tinggi gaya straddle atau gaya guling adalah salah satu gaya lompat tinggi yang sampai saat ini masih digunakan dalam perlombaan dan diajarkan di sekolah-sekolah. Perbedaan antara gaya straddle dengan gaya yang lainnya adalah dilihat dari pelaksanaannya saat melewati mistar yang mengharuskan kaki dibuka lebar atau kangkang.

2. Teknik dasar lompat tinggi gaya straddle

a. Langkah lari awalan

Awalan lompat tinggi gaya ini dilakukan dalam garis lurus yang menyerong dari permukaan depan matras pendaratan. Sudut yang disarankan adalah sekitar 20-30 derajat dari garis lurus matras. Kecepatan dalam melakukan awalan diperlukan untuk memberi momentum terhadap badan untuk melewati mistar. Oleh karena itu awalan dilakukan dengan kecepatan yang cukup tinggi.

b. Teknik tolakan kaki

Tolakan kaki tumpu harus kuat agar menghasilkan gerakan naik yang maksimum.

c. Bentuk gerakan saat melayang di atas mistar

Setelah mencapai titik tinggi maksimum badan diputar ke kiri penuh dengan kepala mendahului melewati mistar, perut dan dada menghadap ke bawah. Kaki tumpuan yang semula menggantung ditarik dalam sikap kangkang .

Pada saat ini kaki kanan sudah turun dan tangan sudah bersiap-siap membantu mendarat.

d. Teknik mendarat

Setelah melewati mistar dapat langsung jatuh pada punggung yang tidak membahayakan bagi pelompat. Akan tetapi jika tempat pendaratan berupa bak pasir karena tidak ada bak lompat yang empuk maka pendaratan dilakukan dengan kaki kanan dan dibantu oleh kedua tangan.

3. Peraturan Perlombaan Lompat Tinggi

a. Mistar Lompat

Mistar dapat dibuat dari mistar atau kayu, berbentuk bulat atau segitiga dengan diameter minimal 25mm dan maksimum 30mm dengan permukaan yang datar atau rata pada kedua ujung yang berguna untuk meletakkannya pada papan penopang. Panjang mistar minimal 3,64m dan maksimal 4m, berat maksimal 2,2kg.

b. Lintasan awalan dan tempat tolakan kaki

Panjangnya awalan tidak terbatas, dan minimal panjangnya 5m

c. Tiang Lompat

Semua tiang dapat dipakai asalkan kokoh, cukup tinggi, mudah memasang mistar dengan 5 atau 10 cm

d. Tempat Mendarat

Tempat mendarat minimal 4x5m, dapat ditutup dengan matras lompat atau karet busa pengalas lompatan.

Rangkuman

Lomba lari Jarak jauh dengan peraturan yang dimodifikasi. Ada beberapa tujuan dari kegiatan ini, antara lain: Untuk menerapkan teknik-teknik dasar yang telah dipelajari, Agar peserta didik dapat mengukur kemampuannya, baik secara teknik maupun daya tahan, Untuk menumbuhkan tenggang rasa atau kerja sama melalui kesatuan gerak langkah saat berlari dengan teman.

Tujuan lompat jauh adalahmelompat sejauh-jauhnya dengan memindahkan seluruh tubuh dari titik tertentu ke titik lainnya dengan cara lain secepat-cepatnya kemudian menolak, melayang di udara dan memndarat. Ada 3 gaya lompat jauh berdasarkan cara sikap melayang di udara, yaitu: Gaya berjalan di Udara, Gaya Jongkok, dan Gaya Lenting.

Lompat tinggi gaya straddle atau gaya guling adalah salah satu gaya lompat tinggi yang sampai saat ini masih digunakan dalam perlombaan dan diajarkan di sekolah-sekolah. Perbedaan antara gaya straddle dengan gaya yang lainnya adalah dilihat dari pelaksanaannya saat melewati mistar yang mengharuskan kaki dibuka lebar atau kangkang.

Evaluasi BAB III

    1. Berilah tanda silang (x) huruf a, b, c, atau d pada jawaban yang paling benar!

      1. Panjang lintasan untuk awalan lompat jauh tidak boleh kurang dari………………..

        1. 25m

        2. 30m

        3. 40m

        4. 45m

      2. Sikap badan ketika melayang di udara pada lompat jauh adalah sebagaimana berikut, kecuali……………………

  1. Duduk

  2. Jongkok

  3. Menggantung/melenting

  4. Berjalan di udara

      1. Untuk menghindari pendaratan pada pantat, maka lengan harus…………………….

  1. Dilipat dibelakang badan

  2. Diayunkan ke depan

  3. Dilipat di samping badan

  4. Diluruskan ke atas

      1. Saat melakukan tolakan pada lompat jauh sebaiknya menggunakan………………..

  1. Kaki kanan

  2. Kaki kiri

  3. Kaki yang paling kuat

  4. Kedua kaki

      1. Awalan pada lompat jauh sebaiknya dilakukan dengan kecepatan………………….

  1. Pelan

  2. Sedang

  3. Biasa

  4. Penuh

      1. Tempat pendaratan pada lompat jauh sebaiknya terbuat dari…………………………..

  1. Serbuk gergaji

  2. Pasir

  3. Matras tebal

  4. Karung goni

      1. Saat melakukan tolakan kaki, pelompat diperbolehkan melakukan kegiatan berikut, kecuali……………………..

  1. Melebihi balok tumpuan

  2. Mengenai balok tolakan

  3. Sebelum balok tolakan

  4. Tepat pada balok tolakan

      1. Saat melakukan pendaratan pada lompat jauh sebaiknya bertumpu pada………………

  1. Satu kaki

  2. Pada dua kaki

  3. Pada pantat

  4. Pada lutut

      1. Dalam perlombaan lompat jauh, pada umumnya setiap pelompat diberikan kesempatan untukmelompat sebanyak berapa kali………………………

  1. 1

  2. 2

  3. 3

  4. 4

      1. Untuk pengukuran hasil lopmpatan, angka nol pada meteran ditempatkan pada…………………….

  1. Tepi balok tolakan

  2. Tempat kaki menginjak balok lompatan

  3. Tempat mulai awalan

  4. Bekas kaki pada pasir

    1. Jawablah Pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan benar!

    1. Sebutkan unsur-unsur pokok dalam lompat jauh!

    2. Sebutkan macam-macam gaya dalam lompat jauh!

    3. Bagaimanakah teknik mendarat pada lompat tinggi gaya stradle?Jelaskan!

    4. Jelaskan ketentuan tentang mistar lompat pada lompat tinggi!

    5. Jelaskan tujuan dari lompat jauh!

    6. Jelaskan tujuan dari Lompat tinggi!

    7. Sebutkan unsur-unsur pokok dalam lompat tinggi!

III. Pengayaan

Carilah Informasi dari berbagai sumber tentang penerima medali emas pada cabang atletik lompat jauh maupun lompat tinggi dalam olimpiade terakhir!

Daftar Rujukkan

Faris, Aba S.pd. 2009. Buku Ajar Pendidikan Jasmani, dan Kesehatan untuk SMP kelas IX semester 1. Surakarta: CV Citra Pustaka.

A.Carr, Gerry. 2006. Atletik Untuk Sekolah, Jakarta: PT.Grafindo Persada.

Departemen Pendidikan Nasional, Standart Isi 2006 Pendidikan Jasmani, Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.

Soekarno, Wuryati Dra. 2007. Teori dan Praktik Senam Dasar, Yogyakarta: PT. Intan Pariwara.

Gian, C.K. 2005. Ilmu Kedokteran Olahraga, Jakarta: Binarupa Aksara.

Yudiawan, Deni. 2006. Panduan Praktis Berpetualang di Alam Bebas, Bandung: Puspa Swara.

________.2003. Panduan Kegiatan Perkemahan dan Keterampilan Pramuka, Jakarta: Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Propinsi DKI Jakarta.

www.bmg.go.id

www.idepfoundation.com

www.kimpraswil.go.id

BAB IV

PERMAINAN DAN OLAHRAGA

(Beladiri Pencak Silat)

Standart Kompetensi

  • Mempraktikkan berbagai teknik dasar ke dalam permainan dan olahraga serta nilai-nilai yang terkakndung di dalamnya.

Kompetensi Dasar

  • Mempraktikkan variasi dan kombinasi teknik dasar salah satu permainan dan olahraga beladiri lanjutkan dengan konsisten dengan konsisten serta nilai keberanian, kejujuran, menghormati lawan dan percaya diri.

Pencak silat merupakan salah satu seni budaya yang diwariskan oleh nenek moyang bangsa Indonesia. Jadi, dapat dikatakan bahwa olahraga ini merupakan olahraga asli Indonesia. Di dalamnya terdapat unsur keterampilan, budi pekerti, pembentukan kepribadian yang kuat, dan semangat kebangsaan.

          1. Teknik Dasar Pukulan

        1. Model I

Jurus Pertama

        1. Berdiri posisi awal, kedua lengan mengepal di depan dada dan kedua telapak kaki membentuk sudut 900
        2. Rendahkan kedua lutut ke samping bersamaan kedua lengan dipukulkan ke depan

        3. Langkahkan kaki kanan ke samping bersamaan menyikut ke samping, lakukan dengan gerakan ke samping kiri

        4. Kembali ke posisi awal

2. Model II

Jurus Kedua

    1. Berdiri posisi awal seperti jurus pertama

    2. Kaki kanan dilangkahkan ke kanan bersamaan lutut direndahkan dan tangan kiri memukul lurus ke depan, setelah itu lakukan gerakan kebalikannya

    3. Kembali pada posisi awal

3. Model III

Jurus Ketiga

  1. Berdiri posisi awal seperti jurus pertama

  2. Kaki kanan dilangkahkan ke kanan bersamaan kedua lengan dipukulkan lurus ke depan, disikukan ke belakang dan kembali dipukul ke depan

c. Kembali pada posisi awal

4. Model IV

Jurus keempat

  1. Berdiri posisi awal seperti jurus pertama

  2. Langkahkan kaki kanan ke kanan bersamaan sikut kiri menyikut, lutut kaki kanan direndahkan dan kaki kiri menagkis ke samping kiri. Lakukan juga gerakan ini ke arah kiri
  3. Kembali pada posisi awal

5. Model V

Jurus kelima

  1. Berdiri posisi awal seperti jurus pertama

  2. Kaki kanan maju serentak tangan kanan memukul ke depan dilanjutkan dengan gerakan tangan kiri dimajukan ke depan diikuti gerakan badan memutar ke arah kanan.

  3. Kaki kiri menendang ke depan dilanjutkan dengan gerak memutar, menyilang di belakang kaki kanan

  4. Kaki kanan ditendang ke depan dilanjutkan dengan memutar kaki kanan ke belakang kaki kiri

  5. Kaki kanan digeser ke belakang, hingga membentuk kuda-kuda depan

  6. Kembali pada posisi awal

B. Teknik Dasar Tangkisan

  1. Model I

Pukul Tebak dan Hindar Hadap

    1. Berdiri posisi awal kedua telapak kaki membentuk sudut 900 dan kedua tangan mengepal depan dada
    2. B melakukan pukul tebak dan A melakukan gerak hindar hadap

    3. Lakukan menggunakan tangan kanan dan kiri bergantian

  1. Model II

Tangkisan tutup depan dan tendangan depan

  1. Berdiri posisi awal seperti jurus pertama

  2. B melakukan tendangan depan dan A melakukan tangkisan tutp depan

  3. Lakukan tendangan dan tangkisan menggunakan kaki kanan dan kaki kiri (bergantian)

  1. Model III

Tangkisan luar dan pukulan tinju

  1. Berdiri pada posisi awal seperti jurus pertama

  2. A pukul tinju dan B menangkis dengan tangkisan luar

  3. Lakukan pukulan dan tangkisan menggunakan tangan kanan dan kiri (bergantian)

  1. Model IV

Tendangan samping dan elakan belakang lurus

  1. Berdiri pada posisi awal seperti jurus pertama

  2. A melakukan tendangan samping B menghindar elakan belakang lurus

  3. Lakukan tendangan menggunakan kaki kanan dan kiri (bergantian)

  1. Model V

Tendangan belakang dan elakan belakang lurus

  1. Berdiri posisi awal seperti pada jurus yang pertama

  2. A melakukan tendangan belakang dan B mengelak ke belakang lurus

  3. Lakukan tendangan menggunakan kaki kanan dan kaki kiri (bergantian)

Rangkuman

Pencak silat merupakan salah satu seni budaya yang diwariskan oleh nenek moyang bangsa Indonesia. Jadi, dapat dikatakan bahwa olahraga ini merupakan olahraga asli Indonesia. Di dalamnya terdapat unsur keterampilan, budi pekerti, pembentukan kepribadian yang kuat, dan semangat kebangsaan.

Dalam pencak silat ada beberapa jurus untuk teknik dasar pukulan dan teknik dasar tangkisan.

Evaluasi Bab IV

I. Berilah tanda silang (x) huruf a, b, c, dan d pada jawaban yang paling benar!

  1. Posisi lutut yang benar pada saat melakukan kuda-kuda adalah………

    1. Direndahkan

    2. Ditinggikan

    3. Disilangkan

    4. Dilipat

  2. Posisi kedua telapak kaki yang benar saat melakukan posisi awal membentuk sudut……………0
    1. 35

    2. 45

    3. 90

    4. 180

  3. Posisi kedua tangan yang benar saat melakukan posisi awal gerakan pencak silat adalah…………

    1. Mengepal di depan dada

    2. Menyilang di depan dada

    3. Lurus di depan dada

    4. Melipat di depan dada

  4. Arah gerakan lengan saat melakukan tangkisan luar adalah ke………….

    1. Atas

    2. Samping luar badan

    3. Samping dalam badan

    4. Bawah badan

  5. Posisi lutut saat melakukan tangkisan tutup depan adalah……………..

    1. Ditekuk membentuk sudut 90

    2. Diluruskakn membentuk sudut 180

    3. Dilipat dibelakang badan

    4. Dilipat di depan badan

  6. Melakukan gerak elakan belakang dilakukan bila serangan lawan menyerang dengan…………….

    1. Tendangan belakang

    2. Pukulan tinju

    3. Tendangan depan

    4. Pukulan tebak

  7. Gerak hindar hadap dilakukan bila serangan lawan menggunakan…………..

    1. Pukulan

    2. Sikut depan

    3. Tendangan depan

    4. Tendangan samping

  8. Posisi kaki yang benar saat melakukan tendangan belakang adalah…………

    1. Lurus ke belakang

    2. Di tekuk ke belakang

    3. Dilipat ke belakang

    4. Disilang ke belakang

  9. Posisi lutut yang benar saat melakukan tangkisan tutup depan adalah……….

    1. Datar

    2. Ditekuk

    3. Dilipat

    4. Disilang

  10. Posisi sikut lengan yang benar saat melakukan pukulan tinju atau tebak adalah……………..

    1. Lurus

    2. Ditekuk

    3. Dilipat

    4. Disilang

II. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan benar!

  1. Sebutkan nama jenis pukulan yang telah kamu pelajari!

  2. Sebutkan posisi jari-jari tangan saat melakukan pukulan tebak dan tinju!

  3. Jelaskan tentang perbedaan tendangan samping dan tendangan depan!

  4. Apa yang kamu ketahui tentang perbedaan tangkisan luar dan tangkisan dalam!

  5. Sebutkan 4 unsur yang terkandung dalam pencak silat!

III. Pengayaan

Carilah informasi dari berbagai sumber mengenai nama-nama aliran pencak silat dari berbagai daerah di Indonesia. Tuliskan hasilnya pada selembar kertas folio dalam format tabel yang rapi!

Daftar Rujukkan

Faris, Aba S.pd. 2009. Buku Ajar Pendidikan Jasmani, dan Kesehatan untuk SMP kelas IX semester 1. Surakarta: CV Citra Pustaka.

A. Carr, Gerry. 2006. Atletik Untuk Sekolah, Jakarta: PT.Grafindo Persada.

Departemen Pendidikan Nasional, Standart Isi 2006 Pendidikan Jasmani, Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.

Soekarno, Wuryati Dra. 2007. Teori dan Praktik Senam Dasar, Yogyakarta: PT. Intan Pariwara.

Gian, C.K. 2005. Ilmu Kedokteran Olahraga, Jakarta: Binarupa Aksara.

Yudiawan, Deni. 2006. Panduan Praktis Berpetualang di Alam Bebas, Bandung: Puspa Swara.

________.2003. Panduan Kegiatan Perkemahan dan Keterampilan Pramuka, Jakarta: Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Propinsi DKI Jakarta.

www.bmg.go.id

www.idepfoundation.com

www.kimpraswil.go.id

BAB V

AKTIVITAS PENGEMBANGAN

(Kebugaran Jasmani)

Standart Kompetensi

  • Mempraktikkan jenis latihan beban dengan alat sederhana untuk meningkatkan kebugaran dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya

Kompetensi Dasar

  • Mengidentifikasi jenis-jenis latihan yang sesuai dengan kebutuhan

  • Memprakktikkan layihan kekuatan, kecepatan, daya tahan dan kelentukan untuk kkebugaran jasmani sesuai dengan kebutuhan dengan menggunakan alat sederhana serta nilai semangat, tanggung jawab, disiplin, dan percaya diri

Kebugaran jasmani merupakan intisari dari kesegaran jasmani secara umum. Jadi apabila orang dalam keadaan segar salah satu aspek pokok yang nampak adalah keadaan penampilan jasmaninya. Dengan demikian seseorang tidak dapat mencapai kesegaran jasmani secara menyeluruh atau umum tanpa didasari oleh keadaan kesegaran jasmani.

A. IDENTIFIKASI JENIS LATIHAN KEBUGARAN

1. Latihan untuk Kekuatan dan Daya Tahan Otot

Kekuatan otot adalah kemampuan sekelompok otot melawan beban dalam suatu usaha, misalnya kemampuan otot lengan mengangkat kursi sedangkan daya tahan otot adalah kemampuan sekelompok otot melakukan serangkaian kerja dalam waktu lama, misalnya, kemampuan otot lengan dan tungkai untuk memindahkan kursi dari satu tempat ke tempat lain dalam jangka waktu lama.

a. Ciri-ciri latihannya sebagai berikut:

1) Untuk kekuatan otot di gunakan beban berat dengan ulangan sedikit.

2) Untuk daya tahan otot di gunakan beban ringan dengan ulangan banyak.

b. Takaran latihan

Untuk meningkatkan dan daya tahan otot di perlukan frekuensi latihan 3 kali/minggu, untuk daya intensitasnya (70% dan kekuatan 80-100%)

2. Latihan untuk Kelenturan Persendian

a. Pengertian

Kelenturan persendian adalah kemampuan persendian untuk bergerak secara luas menurut bidang geraknya.

b. Ciri-ciri latihanya :

Gerak meregang persendian dan mengukur otot hingga batas tertentu dalam jangka waktu tertentu.

c. Takaran Latihan

1) Frekuensi latihan dapat di lakukan setiap hari.

2) Intensitas merupakan batas rasa nyeri, artinya pada saat meregang persendian akan terjadi reaksi tubuh berupa tegangan otot, maka jika di teruskan akan terasa nyaman oleh karena itu intensitas yang dianjurkan untuk kelenturan adalah pada batas akhir tegangan otot dan batas awal munculnya rasa nyeri.

3) Durasi waktu yang diperlukan untuk peregangan tergantung pada ukuran persendian biasanya sekitar 4-30 detik dan dilakukan 1-3 kali ulangan untuk setiap persendian.

3. Latihan untuk Daya Tahan Paru-Paru dan Jantung

a. Pengertian

Daya tahan paru-paru dan jantung adalah kemampuan fungsional paru-paru dan jantung menyuplai oksigen untuk kerja otot dalam waktu yang lama. Kualitas daya tahan paru-paru dan jantung dinyatakan dengan VO2 max, yakni banyak oksigen maksimal yang dapat dikonsumsi dalam satuan MI/Kg BB/menit.

b. Ciri-ciri latihannya:

  1. Geraknya melibatkan otot-otot besar, model latihannya seperti berjalan dan berlari.

  2. Gerakannya kontinyu-ritmis, model latihannya seperti bersepeda atau jogging dengan kecepatan tertentu, olahraga permainan (voli, tennis, atau bulu tangkis), namun kurang dianjurkan.

  3. Sifat gerakannya aerobic, yakni gerakan yang dilakukan pada intensitas sedang dan diukur dengan kenaikan detak jantung latihannya, seperti lari dengan kecepatan sedang.

c. Takaran Latihan

    • Frekuensi, untuk mendapatkan kebugaran paru-paru dan jantung, latihan dilakukan secara teratur 3-5 kali seminggu.

    • Intensitas, 75-85% dari detak jantung maksimal.

    • Durasi setiap berlatih dilakukan selama 20-60 menit tanpa berhenti.

B. BENTUK-BENTUK LATIHAN KEBUGARAN JASMANI

  1. Latihan Kekuatan

Kekuatan adalah kemampuan otot untuk melakukan kontraksi guna membangkitkan ketegangan terhadap suatu tahanan. Kekuatan otot adalah komponen yang sangat penting guna meningkatkan kondisi fisik secara keseluruhan. Bentuk-bentuk latihan kekuatan adalah sebagai berikut:

a. Latihan kekuatan otot tangan dengan push-up

b. Latihan kekuatan otot perut dengan crunch/sit up

c. Latihan kekuatan otot punggung dengan back-lift

d. Latihan kekuatan otot lengan dan bahu

  1. Latihan Kelentukan (Fleksibilitas)

Kelentukan sama dengan keleluasaan atau kemudahan gerakan, terutama pada otot-otot persendian. Tujuan dari latihan ini adalah agar otot-otot pada sendi tidak kaku dan dapat bergerak leluasa tanpa ada gangguan yang erarti. Bentuk-bentuk laithan kelentukan adalah sebagai berikut:

a. Latihan kelentukan otot leher, tujuannya adalah untuk melatih otot persendian dan otot leher kea rah depan dan belakang.

b. Latihan kelentukan sendi bahu, tujuannya adalah melatih persendian dan otot bahu serta meluaskan gerakan bahu.

c. Latihan kelentikan otot pinggang, tujuannya adalah untuk meluaskan gerakan pada persendian pada otot pinggang serta melenturkan otot-otot bagian pinggang.

d. Latihan kelentukan sendi pinggul, tujuannya untuk melenturkan sendi dan otot pinggul.

e. Latihan kelentukan sendi lutut, tujuannya adalah untuk menguatkan persendian lutut.

f. Latihan kombinasi gerakan sendi pinggul, pinggang, dan lutut, tujuannya adalah koordinasi gerakan sendi pinggul, pinggang, dan lutut.

  1. Latihan kelentukan pergelangan tangan, tujuannya adalah melemaskan persendian otot tangan.

  1. Latihan Keseimbangan

Latihan keseimbangan adalah kemampuan seseorang dalam memelihara posisi tubuh yang statis (tidak bergerak) atau dalam keadaan posisi badan yang dinamis (bergerak). Latihan keseimbangan adalah bentuk/sikap badan dalam keadaan seimbang baik pada sikap berdiri, duduk, maupun jongkok. Bentuk-bentuk latihannya adalah sebagai berikut:

a. Latihan keseimbangan dengan berdiri satu kaki, tujuannya adalah untuk menguatkan otot-otot tungkai dan menjaga keseimbangan.

b. Latihan keseimbangan dari sikap berdiri kemudian jongkok, tujuannya adalah untuk menguatkan otot tungkai dan menjaga keseimbangan.

c. Latihan keseimbangan dari sikap duduk, tujuannya adalah untuk menguatkan otot-otot tungkai dan menjaga keseimbangan.

Rangkuman

Kebugaran jasmani merupakan intisari dari kesegaran jasmani secara umum. Jadi apabila orang dalam keadaan segar salah satu aspek pokok yang nampak adalah keadaan penampilan jasmaninya. Dengan demikian seseorang tidak dapat mencapai kesegaran jasmani secara menyeluruh atau umum tanpa didasari oleh keadaan kesegaran jasmani.

Kekuatan otot adalah kemampuan sekelompok otot melawan beban dalam suatu usaha, misalnya kemampuan otot lengan mengangkat kursi sedangkan daya tahan otot adalah kemampuan sekelompok otot melakukan serangkaian kerja dalam waktu lama, misalnya, kemampuan otot lengan dan tungkai untuk memindahkan kursi dari satu tempat ke tempat lain dalam jangka waktu lama.

Untuk meningkatkan dan daya tahan otot di perlukan frekuensi latihan 3 kali/minggu, untuk daya intensitasnya (70% dan kekuatan 80-100%). Intensitas, 75-85% dari detak jantung maksimal.

Kekuatan adalah kemampuan otot untuk melakukan kontraksi guna membangkitkan ketegangan terhadap suatu tahanan. Kekuatan otot adalah komponen yang sangat penting guna meningkatkan kondisi fisik secara keseluruhan

Kelentukan sama dengan keleluasaan atau kemudahan gerakan, terutama pada otot-otot persendian. Tujuan dari latihan ini adalah agar otot-otot pada sendi tidak kaku dan dapat bergerak leluasa tanpa ada gangguan yang erarti

Latihan keseimbangan adalah kemampuan seseorang dalam memelihara posisi tubuh yang statis (tidak bergerak) atau dalam keadaan posisi badan yang dinamis (bergerak). Latihan keseimbangan adalah bentuk/sikap badan dalam keadaan seimbang baik pada sikap berdiri, duduk, maupun jongkok.

Evaluasi Bab V

A. SOAL PILIHAN GANDA

1.Kebugaran jasmani memiliki tujuan………

a. meningkatkan kekuatan otot

b. meningkatkan daya tahan tubuh

c. meningkatkan kelentukan persendian

d. mempertahankan dan menyelaraskan kondisi tubuh dalam kehidupan sehari-hari

2.Kemampuan sekelompok otot melawan beban dalam suatu usaha, disebut…………..

a. daya tahan otot

b. kekuatan otot

c. kelentuka otot

d.fleksibilitas otot

3.Latihan peregangan berguna untuk meningkatkan………..

a. kelentukan c. daya tahan

b. kecepatan d. kekuatan

4.Gerakan latihan sit-up/crunch digunakan untuk melatih otot……………..

a. perut c.kaki

b. punggung d. lengan

5.Sikap berdiri satu kaki merupakan bentuk latihan…………..

a. keseimbangan c. kelentukan

b. kekuatan d. peregangan

6.Latihan kekuatan otot punggung dapat dilakukan dengan ……….

a. back lift c. push up

b. sit up d. squat jump

7.Berikut ini yang bukan merupakan latihan kekuatan adalah ……..

a. sit- up c. back lift

b. push -up d. chek- up

8.Gerakan yang dapat melatih kekuatan otot perut adalah………

a. sit-up c. back lift

b. push-up d. squat jump

9.Latihan push-up bermanfaat untuk melatih kekuatan otot ……………

a. tangan c. punggung

b.pinggang d. kepala

10.Kelentukan sama dengan keleluasaan atau kemudahan gerakan, terutama pada otot-otot persendian………

a. keseimbangan c. daya tahan

b. kekuatan d. Kelentukan

B. SOAL ISIAN

  1. Kemampuan seseorang dalam memelihara posisi tubuh yang statis disebut……………..

  2. Sikap kayang merupakan salah satu bentuk latihan …………

  3. Tujuan dari sit-up adalah …………

  4. Push-up merupakan latihan yang bertujuan …………….

  5. Yang dimaksud dengan kekuatan otot adalah …………

C. Pengayaan

Buatlah Program latihan fisik harian untuk pengembangan kebugaran jasmani sesuai umur!

Daftar Rujukkan

Faris, Aba S.pd. 2009. Buku Ajar Pendidikan Jasmani, dan Kesehatan untuk SMP kelas IX semester 1. Surakarta: CV Citra Pustaka.

    1. Carr, Gerry. 2006. Atletik Untuk Sekolah, Jakarta: PT.Grafindo Persada.

Departemen Pendidikan Nasional, Standart Isi 2006 Pendidikan Jasmani, Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.

Soekarno, Wuryati Dra. 2007. Teori dan Praktik Senam Dasar, Yogyakarta: PT. Intan Pariwara.

Gian, C.K. 2005. Ilmu Kedokteran Olahraga, Jakarta: Binarupa Aksara.

Yudiawan, Deni. 2006. Panduan Praktis Berpetualang di Alam Bebas, Bandung: Puspa Swara.

________.2003. Panduan Kegiatan Perkemahan dan Keterampilan Pramuka, Jakarta: Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Propinsi DKI Jakarta.

www.bmg.go.id

www.idepfoundation.com

www.kimpraswil.go.id

BAB VI

Senam Lantai

Standart Kompetensi

  • Mempraktikkan rangkaian gerak senam lantai dengan gerakan yang benar dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

Kompetensi Dasar

  • Mempraktikkan rangkaian senam lantai tanpa alat serta nilai percaya diri, kerjasama, disiplin, keberanian, dan keselamatan.

  • Mempraktikkan beberapa rangkaian senam lantai, serta nilai keberanian, kedisiplinan, keluwesan dan estetika.

A.GERAK RANGKAI SENAM DASAR

Materi pembelajaran gerak rangkai senam dasar dan senam lantai terdiri atas beberapa bentuk latihan, di antaranya (sikap melayang dengan guling depan, head stand dengan guling depan dan sikap lilin dengan guling belakang. Model pembelajaran untuk latihan senam lantai ini adalah sebagai berikut.

1.Model I

Lakukan sikap melayang, yakni dengan meluruskan salah satu kaki ke belakang lurus badan di bungkukkan ke depan dan kedua lengan lurus ke samping badan, dilakukan secara bergantian menggunakan kaki kanan dan kiri (setiap gerakan di tahan 8-10 hitungan). Lanjutkan gerakan ini dengan gerak berguling ke depan di awali posisi berdiri dan meletakkan kedua telapak tangan pada atas matras, dan akhiri dengan gerakan berdiri dan kedua lengan lurus ke atas di samping telinga.

2.Model II

Lakukan sikap kop stand yakni dengan meletakkan dahi dan kedua telapak tangan pada matras hingga dahi dan kedua telapak tangan membentuk segitiga sama sisi, luruskan dan rapatkan ke atas (gerakan ditahan 8-10 hitungan). Lanjutkan gerakan ini dengan gerak berguling ke depan pada matras, dan akhiri dengan gerakan berdiri dan kedua lengan lurus keatas di samping teliga.

3.Model III

Lakukan sikap lilin yakni dengan diawali tidur telentang kedua tangan disamping telinga, angkat kedua kaki luruskan dan rapatkan keatas (gerakan di tahan 8-10 hitungan). Lanjutkan gerakan ini dengan gerak berguling ke belakang pada matras, dan akhirindengan gerakan berdiri dan kedua lengan lurus keatas di samping telinga.

4. Model IV

Lakukan guling ke depan diawali posisi berdiri dan meletakkan kedua telapak tangan pada matras, dan akhir gerakan berdiri dengan kedua lengan lurus ke atas disamping telinga. Lanjutkan dengan sikap melayang, yakni dengan meluruskan salah satu kaki ke belakang lurus, badan dibungkukkan ke depan, dan kedua lengan lurus ke samping badan atau sikap melayang ditahan 8-10 hitungan. Lanjutkan kembali gerakan ini dengan gerak berguling ke belakang pada matras dan akhiri dengan gerakan berdiri dan kedua lengan lurus ke atas di samping telinga.

5.Model V

Lakukan sikap kop stand, yakni dengan meletakkan dahi dan kedua telapak tangan pada matras hingga dahi dan kedua telapak tangan membentuk segitaga sama sisi, luruskan dan rapatkan kedua kaki keatas (gerakan di tahan 8-10 hitungan). Lanjutkan gerakan ini dengan gerak berguling ke depan pada matras dan akhiri dengan gerakan berdiri, dan kedua lengan lurus ke atas di samping telinga. Lakukan kembali gerak guling ke belakang dari posisi berdiri dan akhiri dengan berdiri dan kedua lengan lurus ke atas di samping telinga.

B. GERAKAN RANGKAI SENAM LANTAI

Lakukan gerak berguling ke depan diawali posisi berdiri dan meletakkan kedua telapak tangan pada matras. Setelah berakhir gerakan berguling, lanjutkan dengan gerak guling lenting pada saat pundak menempel pada matras, yang di akhiri dengan gerakan berdiri, pinggang melenting dan kedua lengan lurus ke atas di samping telinga. Lanjutkan gerakan ini dengan gerak meroda, di awali posisi berdiri menyamping arah gerakan dan meletakkan telapak tangan pada matras satu persatu diikuti dangan terangkatnya kaki secara satu parsatu dari matras, dan gerakan kebalikannya kaki diturunkan lagi secara satu persatu pada matras bersamaan tangan satu persatu terangkat dari matras. Akhiri gerakan dengan berdiri dan kedua lengan lurus serong ke atas di samping telinga.

Rangkuman

Lakukan gerak berguling ke depan diawali posisi berdiri dan meletakkan kedua telapak tangan pada matras. Setelah berakhir gerakan berguling, lanjutkan dengan gerak guling lenting pada saat pundak menempel pada matras, yang di akhiri dengan gerakan berdiri, pinggang melenting dan kedua lengan lurus ke atas di samping telinga. Lanjutkan gerakan ini dengan gerak meroda, di awali posisi berdiri menyamping arah gerakan dan meletakkan telapak tangan pada matras satu persatu diikuti dangan terangkatnya kaki secara satu parsatu dari matras, dan gerakan kebalikannya kaki diturunkan lagi secara satu persatu pada matras bersamaan tangan satu persatu terangkat dari matras. Akhiri gerakan dengan berdiri dan kedua lengan lurus serong ke atas di samping telinga.

Materi pembelajaran gerak rangkai senam dasar dan senam lantai terdiri atas beberapa bentuk latihan, di antaranya (sikap melayang dengan guling depan, head stand dengan guling depan dan sikap lilin dengan guling belakang. Model pembelajaran untuk latihan senam lantai ini adalah sebagai berikut.

Evaluasi Bab VI

A. SOAL PILIHAN GANDA

  1. Posisi badan yang benar saat gerak guling depan dan belakang adalah ……..

a. dibulatkan c. direnggangkan

b. diluruskan d. dimeringkan

  1. Posisi awal badan saat melakukan guling belakang adalah ……….

a. menghadap arah gerakan

b. membelakangi arah gerakan

c. menyamping arah gerakan

d. menyilang arah gerakan

  1. Posisi awal gerak meroda yang benar adalah ………

a. menyamping arah gerakan

b. menghadap arah gerakan

c. membelakangi arah gerakan

d. menyilang arah gerakan

  1. Posisi lengan dan kaki saat melakukan gerak meroda adalah ………

a. diluruskan c. dilipat

b. ditekuk d. diputar

  1. Sumber gerak melenting saat melakukan lenting tengkuk adalah dari ……..

a. pinggang c. lutut

b. paha d. kaki

  1. Posisi kaki dan badan saat melakukan keseimbangan dengan sikap melayang adalah ……..

a. sejajar c. menyilang

b. tegak lurus d. membentuk sudut

  1. Posisi lengan yang benar saat melakukan keseimbangan dengan sikap melayang adalah ….

a. sejajar bahu c. sejajar lutut

b. dibawah bahu d. sejajar pinggang

  1. Posisi kedua kaki yang benar saat melakukan keseimbangan dengan sikap lilin, adalah ……

a. rapat dan lurus c. rapat dan ditekuk

b. renggang dan lurus d. rapat dan disilang

  1. Posisi kedua telapak tangan yang benar saat melakukan keseimbangan dengan sikap lilin adalah menopang …….

a. dagu c. dada

b. pinggul d. perut

  1. Arah gerakan lecutan kedua kaki yang benar saat melakukan lengking tengkuk adalah ke …….

a. depan bawah c. belakang atas

b. depan atas d. depan samping

B. SOAL ISIAN

  1. Gerakan-gerakan dasar yang dilakukan sebelum melakukan senam yang sebenarnya disebut ……..

  2. Latihan kelenturan disebut juga latihan ……..

  3. Gerakan sit-up berfungsi untuk melatih kekuatan otot …….

  4. Senam dasar berfungsi untuk pemanasan atau disebut juga ……..

  5. Tigerspring adalah istilah lain untuk gerakan …….

C. Pengayaan

Lakukan studi pustaka atau carilah informasi dari sumber lain tentang sejarah senam! Buatlah tulisan singkat tentang sejarah senam di selembar kertas folio, kemudian kumpulkan!

Daftar Rujukkan

Faris, Aba S.pd. 2009. Buku Ajar Pendidikan Jasmani, dan Kesehatan untuk SMP kelas IX semester 1. Surakarta: CV Citra Pustaka.

A. Carr, Gerry. 2006. Atletik Untuk Sekolah, Jakarta: PT.Grafindo Persada.

Departemen Pendidikan Nasional, Standart Isi 2006 Pendidikan Jasmani, Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.

Soekarno, Wuryati Dra. 2007. Teori dan Praktik Senam Dasar, Yogyakarta: PT. Intan Pariwara.

Gian, C.K. 2005. Ilmu Kedokteran Olahraga, Jakarta: Binarupa Aksara.

Yudiawan, Deni. 2006. Panduan Praktis Berpetualang di Alam Bebas, Bandung: Puspa Swara.

________.2003. Panduan Kegiatan Perkemahan dan Keterampilan Pramuka, Jakarta: Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Propinsi DKI Jakarta.

www.bmg.go.id

www.idepfoundation.com

www.kimpraswil.go.id

BAB VII

AKTIVITAS RITMIK

(Senam Irama)

Standart Kompetensi

  • Mempraktikkan rangkaian gerak teknik senam irama tanpa dan dengan alat serta nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

Kompetensi Dasar

  • Mempraktikkan rangkaian aktivitas ritmik tanpa alat dengan koordinasi gerak yang baik serta nilai disiplin, toleransi, keluwesan, dan estetika.

  • Mempraktikkan rangkaian aktivitas ritmik berirama menggunkan alat dengan koordinasi gerak serta nilai disiplin, toleransi, keluwesan, dan estetika.

A.SENAM IRAMA TANPA ALAT

Materi senam irama pada kelas IX pembelajarannya lebih menekankan pada penguasaan teknik dengan berbagai rangkaian gerak. Berikut beberapa latihan dasar ritmik.

1. Gerak Langkah Biasa dengan Ayunan Satu Lengan Depan Belakang

a. Tahap persiapan

- Berdiri tegak

- Kedua lengan lurus ke depan

- Pandangan ke depan

b. Tahap gerakan

- Langkahkan kaki kiri ke depan

- Ayunkan lengan kiri ke belakang dan lengan kanan ke depan

- Lakukan gerakan ini berlanjut dengan melangkahkan kaki kanan ke depan dan mengayunkan lengan kanan ke belakang serta lengan kiri ke depan

- Setiap gerakan mengayun dan melangkah diikuti gerak lutut mengeper.

c. Akhir gerakan

- Jatuh pada hitungan keempat kaki kiri merapat pada kaki kanan

- Berdiri tegak, kedua lengan lurus ke depan

- Pandangan ke depan

2.Gerak langkah biasa dengan ayunan satu lengan depan belakang, lalu di lanjutkan dengan putaran

a. Tahap persiapan

- Berdiri tegak

- Kedua lengan lurus ke depan

- Pandangan ke depan

b. Tahap gerakan

- Langkahkan kaki kanan ke depan dan tangan kiri di ayun kebelakang, lalu putar tangan kiri ke depan dan luruskan ke depan

- Langkahkan kaki kiri ke depan dan tangan kanan di ayun ke belakang, lalu putar tangan kanan ke depan dan luruskan ke depan

c. Akhir gerakan

- Kedua kaki rapat

- Pandangan ke depan

- Kedua lengan lurus ke depan

3. Gerak langkah mundur maju dengan ayunan dan putaran dua lengan

a. Tahap persiapan

  • Berdiri tagak

  • Kedua lengan lurus ke depan

  • Pandangan ke depan

b.Tahap gerakan

  • Ayun dan putar kedua lengan ke belakang bersamaan kaki kiri bergerak mundur 2 langkah

  • Ayun dan putar kembali kedua lengan ke depan bersamaan kaki kanan bergerak maju 2 lagkah

  • Setiap gerakan diikuti gerak lutut mengeper

c. Akhir gerakan

  • Berdiri tegak menyamping arah gerakan

  • Kedua lengan lurus ke samping kanan

  • Pandangan ke depan

4. Gerak langkah ke samping kiri, kanan dengan ayunan dan putaran dua lengan

a. Tahap persiapan

o Berdiri tegak menyamping arah gerakan

o Kedua lengan lurus ke samping kanan

o Pandangan ke depan

b. Tahap gerakan

  • Ayun dan putar ke dua lengan kesamping kanan bersamaan kaki kiri bergerak menyamping 2 langkah

  • Ayunkan dan putar kembalikedua lengan samping kiri bersamaan kaki kanan bergerak menyamping 2 langkah

cAkhir gerakan

Berdiri tegak menyamping arah gerakan

Kedua lengan lurus kesamping

Pandangan kedepan

B. SENAM IRAMA MENGGUNAKAN ALAT GADA ATAU TONGKAT

1.Ukuran gada

Gada umumnya dibuat dari kayu yang halus, diberi warna merah, coklat, hitam atau warna asli kayu. Sekarang digunakan pula gada dari plastik. Berat gada lebih kurang 12 ons.

2. Cara memegang gada

a. Regular gripsl kearah kanan diatas kepala, kemudian gada

Memegang gada dengan satu atau kedua tangan dan telapak tangan menghadap kebawah.

b. Reverse grips

Memegang gada dengan satu atau kedua tangan dan telapak tangan menghadap keatas

c. Mixed grips

Cara campuran/gabungan, yaitu memegang tongkat dengan tngan yang satu menghadap kebawah dan telapak tangan yang satu menghadap keatas.

3. Latihan gerakan senam irama menggunakan gada/tongkat

  1. Latihan gerakan pertama

1. Sikap permulaan: Berdiri atas kaki kanan, kaki kiri kesamping, angkat tumit, kemudian gada dipegang dengan tngan kanan lurus.

2. Gerakannya sebagai berikut: Gada dibawa horizontal kekiri di atas kepala kemudian gada dibawa kembali ke kanan.

  1. Latihan gerakan kedua

1. Sikap permulaan: sama dengan latihan pertama

2. Gerakannya sebagai berikut: Gada dilingkarkan horizontal kearah kiri diatas kepala kemudian gada dilingkarkan horizontal kearah kanan diatas kepala.

  1. Latihan gerakan ketiga

1. Sikap permulaan: sama dengan latihan pertama

2. Gerakannya sebagai berikut: gada dilingkarkan horizontal kearah kiri di atas kepala.

  1. Latihan keempat

1. Sikap permulaan: sama dengan latihan pertama

2. Gada diayunkan kekiri, gada diayunkan kembali kekan, pendel kekiri,pendel kekanan.

  1. Latihan Gerakan kelima

  1. Sikap permulaan: berdiri di atas kaki kanan, ujung kaki kiri di samping tumit kanan, kedua tangan lurus ke depan, gada dipegang dengan tangan kanan.

  2. Gerakannya sebagai berikut: ayunkan gada ke belakang, ayunkan kembali gada ke depan dan pindahkan ke tangan kiri. Begitu seterusnya latihan dilakukan dan gerakan dilakukan beberapa kali.

  1. Latihan gerakan keenam

  1. Sikap permulaan: sama dengan latihan kelima

  2. Gerakannya sebagai berikut: Gada dilingkarkan di samping panggul kanan, kemudian ayunkan ke belakang. Gada dilingkarkan ke samping panggul kanan kemudian ayunkan ke depan dan pindahkan gada ke tangan kiri.

  3. Begitu seterusnya latihan dilakukan dengan pengulangan beberapa kali dan bergantian tangan.

  1. Latihan Gerakan Ketujuh

  1. Sikap Permulaan: sama dengan latihan kelima.

  2. Gerakannya sebagai berikut: gada diayunkan ke belakang, diayunkan kembali ke depan. Gerak pendel ke belakang. Ayunkan gada ke depan gerakan pendel-pendel ke depan terus pindahkan gada ke tangan kiri. Ulangi latihan ini beberapa kali.

  1. Gerakan Latihan Kedelapan

  1. Sikap Permulaan: sama dengan latihan kelima

  2. Gerakannya sebagai berikut: ayunkan gada ke belakang kemudian kembali ayun ke depan. Lingkarkan di samping panggul kanan, terus ayun lagi ke belakang. Ayunkan ke depan terus ayunkan ke belakang. Lingkarkan di samping panggul kanan kemudian teruskan ke depan, kemudian pindahkan gada ke tangan kiri. Begitu seterusnya dan kemudian kerjakan dengan tangan kiri. Ulangi latihan ini beberapa kali.

Rangkuman

Materi senam irama pada kelas IX pembelajarannya lebih menekankan pada penguasaan teknik dengan berbagai rangkaian gerak.

Gada umumnya dibuat dari kayu yang halus, diberi warna merah, coklat, hitam atau warna asli kayu. Sekarang digunakan pula gada dari plastik. Berat gada lebih kurang 12 ons.

Evaluasi Bab VII

I. Berilah tanda silang (x) huruf a, b, c, dan d pada jawaban yang paling benar!

  1. Pelopor senam irama yang berasal dari tari adalah……………..

    1. Delsartes

    2. Rudolf Van Raban

    3. Per Hendrik Ling

    4. William Peterson

  2. Senam irama yang mengutamakan keindahan dan keserasian gerakan disebut……………..

    1. Seni tari

    2. Seni musik

    3. Seni sandiwara

    4. Seni modeling

  3. Tekanan yang harus diberikan dalam senam irama adalah……………….

    1. Kelentukan tubuh

    2. Kecepatan gerakan

    3. Keharmonisan

    4. Keindahan

  4. Dibawah ini yang tidak termasuk gerakan senam irama adalah………….

    1. Melangkah

    2. Melompat

    3. Merangkak

    4. Berjalan

  5. Berikut ini termasuk tahap persiapan gerak langkah biasa dengan ayunan satu lengan depan belakang, kecuali………………..

    1. Berdiri tegak

    2. Kedua lengan lurus ke depan

    3. Pandangan ke depan

    4. Kepala sedikit menoleh

  6. Pendaratan kaki yang benar saat melakukan langkah biasa senam irama diawali oleh…………………

    1. Ujung telapak kaki

    2. Tengah telapak kaki

    3. Tumit telapak kaki

    4. Pinggir telapak kaki

  7. Sikap kedua kaki yang benar pada akhir gerakan langkah keseimbangan adalah………………….

    1. Dibuka selebar bahu

    2. Dirapatkan

    3. Disilangkan ke depan badan

    4. Dibuka sikap melangkah

  8. Sikap kedua lengan yang benar saat melakukan tahap persiapan ayunan satu lengan adalah……………

    1. Lurus ke depan badan

    2. Silang depan dada

    3. Lurus di samping badan

    4. Lurus dibelakang badan

  9. Senam dengan menggunakan gada tergolong senam………………

    1. Prestasi

    2. Lantai

    3. Artistik

    4. Irama

  10. Senam irama yang menggunakan alat gada biasanya diiringi oleh………..

    1. Tepukan tangan

    2. Hitungan

    3. Nyanyian

    4. Musik

II. Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan benar!

      1. Apakah yang dimaksud dengan senam irama?

      2. Sebutkan tekanan yang harus diberikan pada senam irama!

      3. Sebutkan alat-alat yang sering digunakakn dalam melakukan gerakan senam irama!

      4. Sebutkan 3 cara memegang gada pada senam irama!

      5. Apakah yang diamksud dengan mixed grips?

III. Pengayaan

Carilah informasi dari berbagai sumber mengenai sejarah perkekmbangan senam irama. Tulislah hasilnya dalam bentuk artikel singkat di selembar kertas folio!

Daftar Rujukkan

Faris, Aba S.pd. 2009. Buku Ajar Pendidikan Jasmani, dan Kesehatan untuk SMP kelas IX semester 1. Surakarta: CV Citra Pustaka.

A.Carr, Gerry. 2006. Atletik Untuk Sekolah, Jakarta: PT.Grafindo Persada.

Departemen Pendidikan Nasional, Standart Isi 2006 Pendidikan Jasmani, Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.

Soekarno, Wuryati Dra. 2007. Teori dan Praktik Senam Dasar, Yogyakarta: PT. Intan Pariwara.

Gian, C.K. 2005. Ilmu Kedokteran Olahraga, Jakarta: Binarupa Aksara.

Yudiawan, Deni. 2006. Panduan Praktis Berpetualang di Alam Bebas, Bandung: Puspa Swara.

________.2003. Panduan Kegiatan Perkemahan dan Keterampilan Pramuka, Jakarta: Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Propinsi DKI Jakarta.

www.bmg.go.id

www.idepfoundation.com

www.kimpraswil.go.id

BAB VIII

TEKNIK DASAR RENANG

(Renang Gaya Punggung)

Standart Kompetensi

  • Mempraktikkan teknik dasar renang gaya pungung dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

Kompetensi Dasar

  • Mempraktikkan teknik dasar gerakan kaki renang gaya punggung serta nila keberanian dan kebersihan

  • Mempraktikkan teknik dasar geraka lengan renang gaya punggung serta nilai disiplin, keberanian, dan kebersihan.

  • Mempraktikkan teknik dasar pernapasan renang gaya punggung serta nilai disiplin, keberanian dan kebersihan.

A. Sejarah Renang

Renang adalah olahraga yang menyehatkan, sebab hampir semua otot tubuh bergerak sehingga seluruh otot berkembang dengan pesat dan kekuatan perenang bertambah meningkat. Olah raga renang yang dilakukan pada zaman dahulu terutama sebagai alat bela diri didalam menghadapi tantangan alam pada masa itu. Baru kira-kira tahun 1800, orang-orang JERMAN dan AUSTRIA mendirikan kolam-kolam renang yang pertama. Sejak saat itulah renang dimasukkan sebagai salah satu mata pelajaran di sekolah-sekolah ketentaraan. Olah raga renang yang dilakukan sekarang ini awalnya orang meniru bintang anjing. Salah satu bintang renang saat itu adalah FREDERIK CAVELL dari INGGRIS.

Pada tahun 1908, saat berlangsungnya olimpiade, orang-orang telah berani mengarungi lautan dan menyebrangi sungai-sungai yang besar hanya dengan rakit. Seiring waktu olah raga renang kemudian lambat laun berkembang ke seluruh pelosok tanah air dan berdirilah kolam renang yang pertama kali di INDONESIA yaitu di CIHAMPELAS, BANDUNG pada tahun 1940. Akhirnya pada tanggal 24 maret 1951 berdirilah Perserikatan Berenang Seluruh Indonesia yang disingkat PBSI dengan ketuanya poerwosoedarmo. Kemudian pada tahun 1957 PBSI diubah namanya menjadi PRSI atau Persatuan Renang Seluruh Indonesia.

Gerakan – gerakan yang dilakukan dalam renang gaya pungung hampir sama dengan renang gaya bebas. Perbedaannya terdapat pada posisi tubuh dan arah gerakan lengan. Dalam renang gaya punggung, posisi tubuh telentang,dataran punggung mengapung pada permukaan air. Daerah punggung lebih luar bila dibandingkan dengan daerah bagian depan tubuh. Karena itu kemampuan mengapung pada gaya punggung lebih besar dibandingkan dengan gaya bebas.

Dalam gaya punggung pengambilan nafas bukanlah merupakan suatu masalah, karena posisi muka selalu berada diatas permukaan air sehingga dapat mengambil nafas dengan leluasa.

B. Teknik Dasar Renang

1. Posisi badan

Pada renang gaya punggung posisi tubuh telentang mendatar di permukaan air, kecuali bagian kepala atau muka yang tetap di atas permukaan air.pada umumnya kepala berada di bawah permukaan sampai setinggi telinga, sehingga muka selalu diatas permukaan air. Letak punggung hamper rata, sedangkan kedua kaki dan panggul sedikit lebih rendah dibandingkan dengan kepala dan bahu. Kedua kaki, tangan, dan leher selalu rileks, pandangan ke atas depan.

2. Gerakan kedua kaki

Gerakan kaki pada renang gaya punggung mirip dengan gerakan kaki pada renang gaya bebas. Gerakan kaki dilakukan dengan menggerakannya ke atasdan ke bawah secara bergantian. Gerakan tersebut dimulai dari panggul atau pangkal paha yang diikuti dengan gerakan fleksi dan relaksasi pada lutut dan pergelangan kaki. Yang perlu diperhatikan pada gerakan kaki dalam renang gaya punggung adalah sebagai berikut

a. Sewaktu pukulan ke bawah, posisi kaki adalah lurus kaki berada kurang lebih 20cm di bawah permukaan air. Kemudian lutut dibengkokkan sampai kaki berada pada kedalaman kurang lebih 45cm. luruskan ibu jari kaki dan putar ke dalam dengan pergelangan kaki rileks.

b. Gerakan ke atas dilakukan dengan cara mengangkat kaki dan luruskan lutut dengan cepat. Tendanglah air ke atas dengan punggung telapak kaki dan gerakan cambuk pergelangan kaki.

c. Pada waktu gerakan ke atas lutut tetap berada dibawah permukaan air sedangkan ujung-ujung kaki tetap di bawah permukaan air.

d. Kemudian kaki diluruskan lagi dan kaki masuk ke dalam air. Siklus gerakan di atas dan ke bawah dalam gaya punggung lebih besar dari pada gaya bebas.

Pukulan kaki ke atas sampai ke atas sampai gerakan cambuk pergelangan kaki pada renang gaya punggung merupakan tenaga terbesar dalam menggerakan tubuh sehingga dapat melaju ke belakang.

3. Gerakan kedua tangan

Tahapan-tahapan gerakan tangan pada renang gaya punggung adalah sebagai berikut

a) Gerakan menarik

Gerakan menarik ini dimulai dengan posisi lengan lurus dibelakang kepala, jari-jari kelingking di bawah. Permukaan akan mengadakan gerakan menarik dan posisi telapak tangan berada di bawah permukaan air kurang lebih 25cm. gerakan dimulai dengan siku agak dibengkokkan kemudian menarik dengan kuat sampai lengan mendekati badan. Gerakan menarik berakhir saat lengan atas menyentuh badan dan kemudian dilanjutkan dengan gerakan mendorong.

b) Gerakan mendorong

Gerakan mendorong dimulai setelah lengan atas menyentuh atau mendekat pada badan, selanjutnya dengan cepat lengan bawah mendorong sampai telapak tangan mendekati paha. Umumnya gerakan menarik lebih besar kekuatannya dibandingkan gerakan mendorong.

c) Gerakan kembali

Yang dimaksud dengan gerakan kembali atau recovery disini adalah setelah tangan menyentuh badan, terjadilah gerakan kembali. Dimulai dengan menaikkan bahu dan lengan mengikutinya. Yang keluar dulu dari dalam air adalah ibu jari tangan, telapak tangan menghadap ke dalam. Setelah lengan pada posisi tegak lurus dengan permukaan air, telapak tangan diputar menghadap keluar, selanjutnya tangan dimasukkan ke dalam air dengan jari kelingking yang masuk terlebih dahulu. Dan saat itu berakhirnya gerakan kembali dan kemudian dilanjutkan dengan gerakan menarik, sehingga siklus gerakan menarik, mendorong dan kembali berlangsung terus menerus.

4. Pengambilan nafas

Pengambilan nafas dalam renang gaya punggung dapat dilakukan dengan mudah karena hidung dan mulut selaluberada di permukaan air. Gangguan yang sering terjadi adalah percikan air terutama bila masuk ke dalam hidung. Untuk menghindari gangguan tersebut, usahakan tidak mengambil nafas pada waktu gerakan tangan akan mendekati hidung. Dalam gaya punggung pengambilan nafas sebaiknya melalui mulut dan hidung. Pengambilan nafas dilakukan pada saat kedua lengan dalam posisi mendatar yakni saat lengan yang satu masuk ke dalam air dan tangan yang lainya akan keluar.

5. Koordinasi gerakan

Untuk mendapatkan gerakan yang maksimal perlu keseimbangan seluruh tubuh. Hal ini dapat dihasilkan melalui keserasian dan ketepatan gerak antara lengan dan kaki. Koordinasi gerakan biasanya menggunakan enam pukulan yaitu: tiga kali untuk setiap gerakan lengan atau enam kali untuk gerakan lengan yang utuh (satu pukulan tangan kanan dan satu pukulan tangan kiri). Untuk lebih jelasnya gerakan koordinasi renang gaya punggung adalah sebagai berikut:

  1. Tangan kanan mulai masuk dengan jari-jari kelingking masuk ke dalam air terlebih dahulu, tangan kiri ke samping badan. Gerakan ini sangat efisien untuk mengambil nafas pada renang gaya punggung.

  2. Tangan kanan mulai melakukan gerakan menarik dalam air dan tangan kiri mulai keluar dari permukaan air.

  3. Ketika tangan kanan akan mengakhiri gerakan menarik, putarlah tangan kiri dengan telapak tangan menghadap keluar.

  1. Ketika tangan kanan akan mengakhiri gerakan mendorong, tangan kiri mulai masuk air dengan jari kelingking menyentuh air terlebih dahulu.

  2. Tangan kiri mulai melakukan gerakan menarik sedangkan tangan kanan siap keluar dari permukaan air untuk memulai gerakan kembali.

Rangkuman

Renang adalah olahraga yang menyehatkan, sebab hampir semua otot tubuh bergerak sehingga seluruh otot berkembang dengan pesat dan kekuatan perenang bertambah meningkat

Salah satu bintang renang saat itu adalah FREDERIK CAVELL dari INGGRIS, kolam renang yang pertama kali di INDONESIA yaitu di CIHAMPELAS, BANDUNG pada tahun 1940. Akhirnya pada tanggal 24 maret 1951 berdirilah Perserikatan Berenang Seluruh Indonesia yang disingkat PBSI dengan ketuanya poerwosoedarmo. Kemudian pada tahun 1957 PBSI diubah namanya menjadi PRSI atau Persatuan Renang Seluruh Indonesia.

Dalam gaya punggung pengambilan nafas bukanlah merupakan suatu masalah, karena posisi muka selalu berada diatas permukaan air sehingga dapat mengambil nafas dengan leluasa.

Pada renang gaya punggung posisi tubuh telentang mendatar di permukaan air, kecuali bagian kepala atau muka yang tetap di atas permukaan air.

Gerakan kaki pada renang gaya punggung mirip dengan gerakan kaki pada renang gaya bebas. Gerakan kaki dilakukan dengan menggerakannya ke atasdan ke bawah secara bergantian. Gerakan tersebut dimulai dari panggul atau pangkal paha yang diikuti dengan gerakan fleksi dan relaksasi pada lutut dan pergelangan kaki

Pengambilan nafas dalam renang gaya punggung dapat dilakukan dengan mudah karena hidung dan mulut selaluberada di permukaan air. Gangguan yang sering terjadi adalah percikan air terutama bila masuk ke dalam hidung. Untuk menghindari gangguan tersebut, usahakan tidak mengambil nafas pada waktu gerakan tangan akan mendekati hidung. Dalam gaya punggung pengambilan nafas sebaiknya melalui mulut dan hidung. Pengambilan nafas dilakukan pada saat kedua lengan dalam posisi mendatar yakni saat lengan yang satu masuk ke dalam air dan tangan yang lainya akan keluar.

Evaluasi Bab VIII

I. Berilah tanda silang (x) huruf a, b, c, atau d pada jawaban yang paling benar!

  1. Pada mulanya orang melakukan renang meniru binatang……………..

  1. Anjing

  2. Kera

  3. Lumba-lumba

  4. Harimau

  1. Bintang renang kira-kira tahun 1800 adalah………………………….

    1. Hendrick

    2. Ricard cavel

    3. Fredrik Cavel

    4. Hendrik Ling

  2. Kolam renang pertama kali yang didirikan Indonesia adalah di…………………..

    1. Cimahi

    2. Cihampelas

    3. Cikampek

    4. Pasundan

  3. Ketua umum PRSI yang pertama adalah…………

    1. Sudarmono

    2. Sujarwono

    3. Sudomo

    4. Poerwosoedarmo

  4. Cara mengambil nafas dalam renang yang paling mudah dilakukan renang gaya………….

    1. Bebas

    2. Punggung

    3. Dada

    4. Kupu-kupu

  5. Indonesia mengenal olahraga renang sejak……………

    1. Nenek moyang kita

    2. Penjajahan Belanda

    3. Penjajahan Jepang

    4. Setelah kemerdekaan

  6. Pengaruh daya luncur yang paling besar dalam renag yaitu…………….

    1. Gerakan tangan

    2. Gerakkan pinggul

    3. Gerakan punggung

    4. Gerakan kaki

  7. Panjang kolam renang yang memenuhi syarat untuk perlombaan adalah…………………..m

    1. 30

    2. 50

    3. 60

    4. 40

  8. Lebar kolam renang adalah………………………..m

    1. 20

    2. 23

    3. 21

    4. 24

  9. Kemenangan dalam lomba renang ditentukan oleh…………….

    1. Lamanya di air

    2. Yang telah menyelesaikan finish

    3. Gaya yang dipakai

    4. Kecepatan meluncur

II. Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan benar!

  1. Bagaimana posisi badan pada renang gaya punggung? Jelaskan!

  2. Olahraga pada jaman dahulu terutama berfungsi sebagai alat?

  3. Jelaskan bagaimana gerakan kaki pada renang gaya punggung!

  4. Bagaimanakah saat yang tepat untuk pengambilan nafas pada renang gaya punggung!

  5. Sebutkan tahapan-tahapan gerakan tangan pada renang gaya punggung!

III. Pengayaan

Buatlah Tulisan Singkat di selembar kertas folio tentang sejarah renang di Indonesia! Hasilnya prresentasikan di depan kelas!

Daftar Rujukkan

Faris, Aba S.pd. 2009. Buku Ajar Pendidikan Jasmani, dan Kesehatan untuk SMP kelas IX semester 1. Surakarta: CV Citra Pustaka.

A.Carr, Gerry. 2006. Atletik Untuk Sekolah, Jakarta: PT.Grafindo Persada.

Departemen Pendidikan Nasional, Standart Isi 2006 Pendidikan Jasmani, Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.

Soekarno, Wuryati Dra. 2007. Teori dan Praktik Senam Dasar, Yogyakarta: PT. Intan Pariwara.

Gian, C.K. 2005. Ilmu Kedokteran Olahraga, Jakarta: Binarupa Aksara.

Yudiawan, Deni. 2006. Panduan Praktis Berpetualang di Alam Bebas, Bandung: Puspa Swara.

________.2003. Panduan Kegiatan Perkemahan dan Keterampilan Pramuka, Jakarta: Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Propinsi DKI Jakarta.

www.bmg.go.id

www.idepfoundation.com

www.kimpraswil.go.id

BAB IX

Pendidikan Luar Kelas

(Outdoor Education)

Standart kompetensi

  • Mempraktikkan dasar-dadsar penjelajahan di alam bebas dan nilai-nilai yang ytetrkandung di dalamnya

Kompetensi dasar

  • Mempraktikkan rencana kegiatan penjelajahan

  • Mempraktikkan berbagai keterampilan untuk memecahakan masalah yang ditemukan dalam aktivitas penjelajahan di alam bebas serta nilai kerjasama, disiplin, keselamatan, kebersihan dan etika

A. Keterampilan Dasar Berkemah

  1. Perencanaan Berkemah

Agar pelaksanaan perkemahan dapat berjalan dengan baik, aman dan nyaman, dibutuhkan perencanaan yang baik, meliputi:

    1. Peninjauan langsung lapangan, meliputi masalah:

      • Keadaan medan tempat berkemah dan ketersediaan air untuk masak dan mandi

      • Kesehatan dan sasarannya

      • Keamanan atau gangguan binatang buas, alam dan manusia

      • Perizinan perkemahan pada pemilik perkemahan (instansi kehutanan)

      • Kedekatan pada tempat berbelanja (pasar, warung, dan lain-lain)

      • Hubungan dengan aparat pemerintah setempat

      • Kemungkinan aacara atau kegiatan bakti masyarakat dapat dilaksanakan

      • Alat transportasi yang dapat digunakan mencapai lokasi, serta biaya

      • Tempat atau obyek wisata yang dapat dikunjungi

    1. Rancangan kegiatan, meliputi:
  • Waktu yang akan digunakan

        • Lama perkemahan

        • Waktu berangkat, tanggal, hari dan jam

        • Kembali dan perkemahan tanggal, hari dan jam

        • Penyelesaian laporan dan pertanggungjawaban

  • Penentuan tempat untuk berkemah

  • Penentuan biaya untuk berkemah

  • Untuk mencapai lokasi

        • Apakah dengan jalan kaki

        • Apakah menggunakan kendaraan

        • Jenis kendaraan yang dipakai

        • Siapa pemilik kendaraannya

        • Berapa biaya kendaraan

  • Peserta perkemahan

        • Jumlahnya

        • Syarat-syaratnya

  • Pimpinan perkemahan

        • Panitia penyelenggara

        • Pembagian tugas

  • Peralatan yang diperlukan

        • Dari awal persiapan

        • Pelaksanaan kegiatan perkemahan

        • Selesai kegiatan perkemahan

          1. Tempat perkemahan

Pemilihan tempat berkemah merupakan hal yang sangat menentukan keberhasilan dan kegiatan. Oleh karena itu, tempat perkemahan yang baik adalah:

            1. Memiliki pemandangan yang indah dan tersedia tempat yang baik untuk upacara dan kegiatan

            2. Aman dari gangguan manusia yang tidak bertanggung jawab (pencurian atau kenakalan) dan gangguaan binatang buas serta dari tanaman yang beracun

            3. Tersedianya air bersih untuk memasak, mandi dan cuci

            4. Pandangan sekeliling perkemahan tidak terhalang

            5. Medan tempat berkemah tidak tergenang air atau letaknya agak miring

            6. Tempatnya mudah dicapai

          1. Persiapan sebelum berkemah

Sukses tidaknya perkemahan ditentukan dengan persiapan sebelumnya, meliputi:

            1. Persiapan mental peserta

Persiapan ini sangat penting dan dibutuhkan untuk mengatasi kesulitan dan masalah-masalah yang timbul selama perkemahan

            1. Persiapan fisik peserta

Persiapan ini meliputi kesegaran atau kebugaran jasmani dan kesehatan dalam arti bebas dari segala penyakit yang membahayakan. Oleh karena itu, sangat dianjurkan peserta kemah untuk memeriksa kesehatan sebelum berangkat.

            1. Peralatan atau perlengkapan

  • Pribadi, seperti: sepatu, kaos kaki, pakaian, tempat makan, tempat air minum, ransel dan jas hujan

  • Kelompok, seperti: tenda, peralatan P3K, serta peralatan memasak dan makan, terdiri atas: sendok, piring, bahan bakar (spirtus, parafin, dan minyak tanah)

            1. Bahan makanan

Jumlah bahan makanan yang dibawa diperkirakan untuk persiapan lamanya perkemahan.

B.Perlengkapan dan tempat yang aman untuk berkemah

Prinsip yang harus dipegang oleh peserta perkemahan dalam menyiapkan peralatan atau perlengkapan adalah membawa peralatan seringan, sesedikit, selengkap dan sepraktis mungkin. Untuk itu perlengkapan perlu dirinci dan dicatat dalam buku inventaris (buku catatan), baik perlengkapan pribadi maupun regu (kelompok)

  1. Perlengkapan untuk berkemah

    1. Perlengkapan pribadi atau perorangan meliputi:

      • Ransel, gunakan ransel yang berbahan yang kuat, ringan dan tidak mudah basah jika terkena hujan serta sesuaikan dengan lamanya berkemah. Ransel memiliki beberapa jenis. Jenis-jenis ransel untuk berkemah adalah sebagai berikut:

        • Ransel tanpa rangka

Bentuknya kecil, hanya memutar sedikit perlengkapan pribadi, biasanya digunakan untuk berkemah yang waktunya tidak lama (1 sampai 2 hari saja)

        • Ransel memakai rangka segitiga

Biasanya ransel ini digunakan untuk perkemahan yang waktunya cukup lama.

        • Ransel memakai rangka segi empat

Kegunaan sama dengan ransel rangka segitiga, hanya saja ransel jenis ini lebih banyak memuat peralatan atau perlengkapan dan lebih padat, sehingga hampir semua peralatan atau perlengkapan dapat disusun dalam satu pengepakan.

  • Pakaian perjalanan

Gunakan pakaian perjalanan yang terbuat dari bahan yang kuat dan mempunyai kantung banyak. Hindari membawa pakaian dan jenis bahan jeans, karena selain berat, jika basah lama keringnya. Baju dan celana perjalanan hendaknya tidak terlalu ketat dan tidak terlalu longgar.

  • Pakaian tidur

Digunakan saat tidur, seperti training pack, kain sarung

  • Pakain cadangan

Pakaian sangat dianjurkan membawa secukupnya dan dimasukkan ke dalam kantung plastik

  • Jaket tebal

Dianjurkan dari bahan nilon berlapis kain dan ponco di lehernya

  • Kantung tidur sleeping bag dan alas tidur (matras) sangat berguna untuk menahan dingin.

  • Peralatan makan, dapat berupa piring, sendok, garpu, dan gelas (cangkir)

  • Peralatan mandi, dapat berupa: gayung, sabun, sikat gigi, pasta gigi, sandal dan handuk

  • Sepatu dan kaos kaki

Sepatu yang digunakan sangat dianjurkan terbuat dari kulit dan menutupi hingga mata kaki, agar kaki terlindungi dari daun semak, gigitan hewan tanah, lipan, pacet, ular dan kalajengking.

  • Sarung tangan

Biasanya sangat berguna saat menebas belukar, juga dapat berfungsi untuk menahan angin

  • Topi

Sangat dianjurkan topi terbuat dari kain dan bertepi lebar.

  • Senter

Berguna sebagai penerangan dan memberi isyarat jarak jauh pada waktu malam hari, dianjurkan untuk membawa baterai cadangan.

  • Peluit

Berguna sebagai alat komunikasi, seperti untuk mengumpulkan kelompok atau regu

  • Korek api

Untuk menyalakan kompor dan lentera, yang dapat berupa korek api gas, atau korek api kayu (geretan)

  • Ponco (jas hujan)

Biasanya digunakan untuk melindungi badan, pakaian dan barang-babrang bawaan saat hujan

  • Obat-obatan pribadi

Biasanya jenis obat-obatan ini berhubungan dengan penyakit yang diderita peserta, seperti: penyakit asma, batuk, flu, dan lain-lain.

    1. Perlengkapan regu atau kelompok

        • Tenda regu atau kelompok dengan tali dan pasaknya

Untuk perlengkapan tenda ini ada beberapa jenis yang perlu diketahui peserta kemah, diantaranya:

    1. Simpul atau ikatan pada tenda

  • Simpul atau ikatan pangkal, digunakan untuk mengikat ujung tiang tenda atau pasak yang berlubang

  • Simpul atau ikatan tiang, digunakan untuk mengikat ujung tiang tenda atau pasak yang berlubang

  • Simpul atau ikatan nelayan, digunakan untuk mengikat pada lubang di ujung pojok tenda

  • Simpul atau ikatan jangkar, digunakan untuk mengikat lubang di pinggir tenda kencang atau tegang

    1. Peralatan lainnya

  • Golok tebas, pisau komando, pisau lipat dan kampak biasanya digunakan untuk keperluan memotong kayu (dahan atau ranting) atau untuk membabat semak-semak

  • Lilin dan lentera lampu badai, digunakan sebagai alat penerangan. Lilin biasanya digunakan dalam tenda dan lentera biasanya di luar tenda

  • Alat navigasi

    • Kompas, untuk menentukan arah mata angin

    • Peta, menentukan lokasi

    • Altimeter, untuk menentukan ketinggian suatu daerah

    • Global Potitioning System (GPS), untuk mengetahui letak geografis.

  1. Pembuatan peta lapangan perkemahan
      1. Peralatan

        • Penggaris kayu atau plastik

        • Kertas gambar

        • Pensil dan penghapus

        • Kompas

        • Meja jalan (paket)

        • Tongkat berukuran

      1. Cara menggunakan peralatan

        • Pada ujung penggaris dipasang paku dengan posisi tegak di tengah, untuk membidik sasaran

        • Kompas diletakkan agak ke pinggir penggaris dan diikat dengan karet gelang

        • Buat gambar arah anak panah di sudut kanan alas gambar sebagai arah utara

        • Letakkan kertas gambar pada meja jalan dan lekatkan dengan paku payung, lalu hadapkan arah anak panah kompas menunjukkan arah utara selatan.

        • Buat titik pertama pada kertas, usahakan agar lapangan yang dibuat dapat terlukis seluruhnya

        • Letakkan penggaris dengan pedoman di atas kertas mendatar, lalu bidiklah dari tempat kita berdiri melalui penggaris ke arah benda tertentu pada sudut lapangan. Lihat derajat kompas, hingga dapat diketahui berapa derajat benda itu dari tempat kita berdiri, kemudian tarikllah garis dari titik permulaan sepanjang perkiraan kita

        • Ukurlah jarak dari tempat kita berdiri ke tempat benda itu menggunakan tongkat berukuran, lalu bandingkan dengan ukuran pada kertas gambar.(diperkecil dengan skala)

        • Untuk mengecek kebenaran jurusan yang kita buat dari titik permulaaan ke titik kedua, maka cobalah balik membidik dari titik kedua ke titik permulaan, lakukan hal ini untuk titik-titik lainnya

        • Jika garis-garis pokok selesai dibuat, mulailah dengan penyempurnaan peta lapangan, seperti membuat garis batas, jalan, sungai, kebun dan segala sesuatu yang ada pada lingkungan perkemahan.

  1. Mengidentifikasi tempat yang aman di lingkungan sekitar perkemahan

Bahasan identifikasi beberapa hal sudah dibahas dalam perencanaaan perkemahan. Namun perlu penambahan dan penegasan agar pelaksanaannya dapat berjalan dengan lancar dan aman sehingga peserta dapat terhindar dari berbagai hal yang sangat membahayakan. Hal-hal tersebut tersebut diantaranya adalah:

  1. Keadaan medan tempat berkemah tidak berkarangdan jurang, untuk menghindari terperosok ke jurang

  2. Tempat berkemah tidak dekat pohon atau dahan yang sudah mati, untuk menghindari tertimpa ppohon tumbang atu dahan jatuh karena patah

  3. Tempat kemah hendaknya bukan di daerah tanaman beracun, seperti daun pasang-pasang, yang biasanya tumbuh di tempat teduh, juga daun samak yang tumbuh di rawa-rawa

  4. Tempat kemah hendaknya bukan di daerah rawan longsong dan banjir

  5. Tempat kemah tidak jauh dari organisasi pecinta alam

C. Keterampilan dasar penyelamatan di alam bebas

Keterampilan dasar mempertahankan hidup penting dikuasai oleh setiap penjelajah.

Keterampilan ini sering disebut dengan survival. Keterampilan ini penting dikuasai ketika kita mengadakan kegiatan di alam bebas. Secara garis besar, keterampilan ini mencakup pengetahuan navigasi, mampu mencari makanan dan minuman dialam bebas, serta mampu memberikan pertolongan kecelakaan.

Pengetahuan navigasi

Kadang-kadang berbagai kesulitan timbul ketika kita sedang melakukan penjelajahan. Biasanya kesulitan yang ditemui berupa tersesat di medan yang belum pernah dikenal. Pengetahuan navigasi sangat diperlukan agar kita dapat menemukan arah dan tujuan yang akan dicapai.

Ketika kita kehilangan arah (tersesat) maka diperlukan peralatan dan pengetahuan navigasi yang baik. Dengan demikian, kita akan menemukan kembali ke arah tujuan yang akan kita capai. Beberapa peralatan navigasi yang diperlukan antara lain:

  • Kompas, untuk menentukan arah mata angin

  • Peta, memnentukan lokasi

  • Altimeter, untuk menentukan ketinggian suatu daerah

  • GPS untuk mengetahui letak lintang

Mencari makanan dan minuman

Ada kalanya kita kehabisan makanan dan minuman atau bekal. Semua makanan dan minuman habis. Untuk itu kita harus mencarinya di alam bebas. Berikut beberapa tips mencari air di alam bebas.

  1. Cara menemukan air:

    • Mencari air di daerah lembah di man air secara alami mengalir

    • Menggali tanah yang dalam pada alur sungai yang kering

    • Apabila tidak ditemukan sungagi atau kolam, maka carilah rerumputan dan tanaman hijau kemudian galilah tanah di sekitarnya

    • Mencari air di tepi pantai dengan cara menggali tanah diatas garis air yang tinggi

    • Mencari berbagai tanaman (vegetasi) yang tumbuh subur pada rekahan karang-karang, bukan tidak mungkin akan kita jumpai sumber air.

      1. Mengumpulkan air hujan dan embuh

        • Gunakanlah pengumpul sebesar mungkin

        • Alirkan air hujan atau embun ke dalam satu wadah, lapisi lubang di tanah dengan lapisan tanah liat atau plastik yang berguna untuk menahan air.

Rangkuman

Agar pelaksanaan perkemahan dapat berjalan dengan baik, aman dan nyaman, dibutuhkan perencanaan yang baik, meliputi:Peninjauan langsung lapangan, Rancangan kegiatan, dan Tempat perkemahan.

Pemilihan tempat berkemah merupakan hal yang sangat menentukan keberhasilan dan kegiatan

Prinsip yang harus dipegang oleh peserta perkemahan dalam menyiapkan peralatan atau perlengkapan adalah membawa peralatan seringan, sesedikit, selengkap dan sepraktis mungkin. Untuk itu perlengkapan perlu dirinci dan dicatat dalam buku inventaris (buku catatan), baik perlengkapan pribadi maupun regu (kelompok)

Bahasan identifikasi beberapa hal sudah dibahas dalam perencanaaan perkemahan. Namun perlu penambahan dan penegasan agar pelaksanaannya dapat berjalan dengan lancar dan aman sehingga peserta dapat terhindar dari berbagai hal yang sangat membahayakan.

Keterampilan dasar mempertahankan hidup penting dikuasai oleh setiap penjelajah.

Keterampilan ini sering disebut dengan survival. Keterampilan ini penting dikuasai ketika kita mengadakan kegiatan di alam bebas. Secara garis besar, keterampilan ini mencakup pengetahuan navigasi, mampu mencari makanan dan minuman dialam bebas, serta mampu memberikan pertolongan kecelakaan.

Evaluasi Bab IX

I. Berilah tanda silang (x) huruf a, b, c atau d pada jawaban yang benar!

  1. Salah satu dan tujuan berkemah adalah……………….

    1. Mengembangkan kepercayaan diri

    2. Mengembangkan sifat disiplin

    3. Mengembangkan sifat gotong royong

    4. Untuk meningkatkan daya tahan tubuh

  2. Salah satu sifat dan manfaat berkemah aadalah………………

    1. Meningkatkan keterampilan

    2. Mengembangkan rasa cinta tanah air

    3. Sebagai rekreasi

    4. Untuk mengumpulkan data dan informasi lingkungan

  3. Yang perlu dirancang sebelum melakukan kegiatan atau perkemahan, diantaranya adalah………………….

    1. Waktu, biaya dan tempat

    2. Cara mendirikan tenda

    3. Cara membuat denah lokasi

    4. Cara memasak di tempat lokasi perkemahan

  4. Yang termasuk peralatan atau perlangkapan pribadi adalah………..

    1. Tenda, kompor, lentera

    2. Sepatu, kaos kaki, ransel

    3. Golok, pisau, cangkul

    4. Simpul, hang tenda, kompas

  5. Ransel tanpa rangka digunakan bilamana perkemahan dilakukan………………hari

    1. 1-2

    2. 7-8

    3. 9-10

    4. 10-11

  6. Sepatu yang baik untuk mengikuti perkemahan adalah sepatu……….

    1. Yang ringan dan tipis

    2. Terkuat dari bahan kain

    3. Terbuat dari kulit dan memnutupi mata kaki

    4. Haknya tinggi

  7. Baju dan celana untuk perjalanan berkemah adalah……………..

    1. Harus ketat dan longgar

    2. Hendaknya tidak terlalu ketat dan tidak terlalu longgar

    3. Harus tebal dan kuat

    4. Harus tipis dan kuat

  8. Bahan jaket tebal yang dianjurkan untuk berkemah adalah……….

    1. Nilon berlapis kain

    2. Sutra berlapis kain

    3. Katun berlapis kain

    4. Blacu berlapis kain

  9. Fungsi kompas dalam perkemahan adalah…………………….

    1. Untuk menentukan ketinggian

    2. Untuk menentukan arah mata angin

    3. Untuk menentukan lokasi

    4. Untuk menentukan suhu udara

  10. Berikut ini jenis tumbuhan beracun adalah………………..

    1. Tumbuhan rumput gajah

    2. Tumbuhan pasang-pasang

    3. Tumbuhan putri malu

    4. Tumbuhan rumput ilalang

II. Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan benar!

      1. Pengertian berkemah adalah?

      2. Sebutkan 5 bahan makanan untuk persiapan berkemah!

      3. Sebutkan 3 jenis ransel untuk berkemah!

      4. Sebutkan 4 macam prinsip dalam menyiapkan peralatan perkemahan!

      5. Sebutkan 6 jenis tenda untuk berkemah!

III. Pengayaan

Carilah gambar-gambar tanda-tanda untuk minta pertolongan dalam perekemahan maupun penjelajahan ditulis di kertas folio dan dikumpulkan!

Daftar Rujukkan

Faris, Aba S.pd. 2009. Buku Ajar Pendidikan Jasmani, dan Kesehatan untuk SMP kelas IX semester 1. Surakarta: CV Citra Pustaka.

          1. Carr, Gerry. 2006. Atletik Untuk Sekolah, Jakarta: PT.Grafindo Persada.

Departemen Pendidikan Nasional, Standart Isi 2006 Pendidikan Jasmani, Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.

Soekarno, Wuryati Dra. 2007. Teori dan Praktik Senam Dasar, Yogyakarta: PT. Intan Pariwara.

Gian, C.K. 2005. Ilmu Kedokteran Olahraga, Jakarta: Binarupa Aksara.

Yudiawan, Deni. 2006. Panduan Praktis Berpetualang di Alam Bebas, Bandung: Puspa Swara.

________.2003. Panduan Kegiatan Perkemahan dan Keterampilan Pramuka, Jakarta: Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Propinsi DKI Jakarta.

www.bmg.go.id

www.idepfoundation.com

www.kimpraswil.go.id

BAB X

BUDAYA HIDUP SEHAT

Standart kompetensi

  • Menerapkan budaya hidup sehat

Kompetensi dasar

  • Memahami berbagai bahaya kebakaran

  • Memahami cara menghindari bahaya kebakaran

A. Bahaya Kebakaran

1. Pengenalan kelas-kelas Kebakaran

Kebakaran di Indonesia dibagi menjadi 3 kelas antatra lain sebagai berikut:

  • Kelas A

Kebakaran yang disebabkan oleh benda-benda padat, misalnya kertas, kayu, plastik, karet, busa dan lain-lainnya.

  • Kelas B

Kebakaran yang disebabkan oleh benda-benda mudah terbakar berupa cairan, misalnya bensin, solar, minyak tanah, spirtus, alkhol dan lain-lain.

  • Kelas C

Kebakaran yang disebabkan oleh listrik.

2. Mencegah Bahaya Kebakaran

Suatu kebakaran dapat terjadi apabila ada tiga unsur menyatu bersama-sama yaitu unsur zat asam, bahan mudah terbakar, dan panas. Bahaya kebakaran dapat terjadi dimana saja dan kapan saja. Bahaya kebakaran ini bisa terjadi di perumahan, pertokoan, pabrik bahkan hutan.

Untuk itu, kalian harus mengetahui penyebab terjadinya kebakaran. Juga kalian harus selalu bersikap hati-hati agar terhindar dari bahaya kebakaran.

Mencegah bahaya kebakaran sebaiknya dilakukan mulai dari lingkungan di dalam rumah. Setiap anggota keluarga harus menegtahui cara mencegah bahaya kebakaran. Misalnya, membiasakan untuk memeriksa kompor dan aliran listrik sebelum tidur. Pastikan pula kompor, lampu, minyak atau lilin dalam keadaan tidak menyala saat akan meninggalakan rumah. Begitupun dengan alat elektronika, seperti setrika, kipas angin atau kompor listrik, jangan dibiarkan menyala atau tetap tertancap di saklar.

Musibah kebakaran kadang-kadang timbul kaena kita tidak hati-hati, tidak tahu dan ceroboh ketika melakukan sesuatu. Misalnya, mengisi minyak tanah ke dalam kompor minyak yang masih menyala. Tindakan seperti ini sangat bernahaya kerena jka minyak meluber, api pasti akan menyambar minyak dan kebakaran akan membesar.

Berikut beberapa hal yang dapat mencegah bahaya kebakaran:

  • Hindari meninggalkan puntuk rokok di sembarang tempat

  • Jangan merokok sambil tiduran

  • Tidak membakar sampah di sembarang tempat dan pada waktu angin kencang

  • Pasang lilin dan lampu tempel di tempat aman

  • Menyalakan obat nyamuk bakar di tempat yang aman

  • Dilarang menyimpan benda mudah terbakar dekat sumber api

  • Beri ventilasi udara secara cukup pada ruang dapur

  • Bersihkan kompor minyak secara berkala

  • Hindari mengisi minyak saat kompor menyala

  • Minyak dalam kompor tidak terlalu penuh atau luber dan juga jangan biarkan tempat minyak kompor kosong

  • Sumbu kompor tidak ada yang panjang sebelah atao ompong, karena bisa menyulut kebakaran

  • Jangan menaruh kompor terlalu dekat ke dinding

  • Tempatkan kompor dan tabung gak di tempat yang ventilasinya bagus atau mecukupi agar udara mudah masuk keluar, sehingga bila terjadi kebocoran, gas langsung terbawa angin

  • Jangan menaruh kompor gas di sebelah kompor minyak

  • Periksalah saluran gas dari tabung ke kompor

  • Jangan tinggalakan kompor saat menyala

  • Periksa instalasi listrik secara berkala

  • Sambungan steker listrik tidak boleh menumpuk

  • Tidak memperbesar sekering listrik tanpa izin PLN

  • Jangan biarkan anak kecil bermain korek api

  • Sediakan alat pemadam kebakaran api ringan (APAR)

3. Mengatasi kebakaran

Kebakaran disebabkan oleh kompor

Segera padamkan dengan menggunakan kain yang telah dibasahi dengan air. Api terdiri dari 3 unsur, yaitu unsur benda, udara dan panas. Penggunaan kain atau karung basah bertujuan untuk menghilangkan unsur udara. Kain atau karung basah ini dapat menghambat masuknya udara sehingga api dapat segera padam. Jangan sekali-kali menyiramkan air ke atas kompor yang terbakar. Cara ini tidak akan memadamkan, namun sebaliknya, justru akan memperluar daerah terbakar.

Kebakaran disebabkan oleh listrik

Segera putuskan aliran listrik secepatnya dan padamkan percikan apinya. Bila api tak kunjung padam, utamakan keselamatan diri kalian. Segera menghubungi dinas pemadam kebakaran terdekat.

Kebakaran di gedung bertingkat

Ketika berada di gedung bertingkat, pastikan mengetahui posisi tangga darurat. Tangga darurat berguna sebagai jalan keluar ketika terjadi kebakaran. Karena jika tidak terjadi kebakaran, secara otomatis lift tidak bisa digunakan. Perlu juga untuk selalu mengetahui letak alarm kebakaran dan alat pemadam kebakaran agar dapat segera digunakan saat terjadi kebakaran.

Membakar hutan untuk perluasan lahan

Kebiasaan membuka lahan pertanian dengan cara membakar hutan sering dilakukan oleh sebagian masyarakat kita. Cara membuka lahan pertanian tersebut merupakan kebiasaan buruk dan berbahaya. Sering terjadi kebakaran hutan akibat pembukaan lahan pertanian yang dilakukan dengan cara membakar hutan.

Kebakaran hutan sangat merugikan kita semua karena selain hutan-hutan akan rusak juga dapat menimbulkan kabut asap. Kabut asap dapat mengganggu aktivitas transportasi dan juga menimbulkan gangguan kesehatan seperti penyakit saluran pernafasan.

Cara-cara pembukaan lahan pertanian dengan membakar hutan seharusnya sudah ditinggalkan. Cara pembukaan lahan ini banyak menimbulkan kerugiannya dibanding keuntungannya. Hukuman yang berat bagi pelaku pembakaran hutan menjadikan jera pada pelakunya.

Upaya penyelamatan kebakaran

  • Bila menghadapi gejala akan kebakaran, berbuatlah sesuatu. Kita dapat berteriak minta tolong atau nyalakan alarm, sebelum api menyentuh alat otomatis yang telah terpasang, ingat, alarm yang paling peka adalah tubuh kita.

  • Bila terkurung asap, usahakan berjalan di bawah asap dengan merangkak. Berat jenis asap lebih ringan dari udara, sehingga asap akan memenuhi bagian atas ruangan. Jangan lupa, tutup mulut dan hidung dengan kain. Penyebab jatuhnya korban yang terbanyak adalah karena menghisap banyak asap, bukan akibat terbakar api.

  • Jangan bersembunyi di kamar mandi. Ketika kobaran api membesar dan kamar mandi kering, air akan mendidih. Banyak korban tewas ditemukan di dalam kamar mandi atau dalam posisi berendam di dalam bak air

  • Sebaiknya terdapat jalan alternatif di rumah yang dapat digunakan untuk menyelamatkan diri jika terjadi musibah kebakaran

  • Jika mengalami luka akibat terbakar, secepatnya dinginkan dengan es batu atau disiram dengan air yang mengalir aatau air yang ditambah dengan garam, sambil memnunggu penanganan dari tenaga medis.

Rangkuman

Peralatan untuk mengatasi kebakaran antara lain:

  • APAR/fire Extinguishers/Racun Api

  • Hydran

  • Detektor Asap/Smoke Detector

  • Fire Alarm

  • Sprinkler

Pencegahan Kebakaran adalah usaha menyadari atau mewaspadai akan faktor-faktor yang menjadi sebab munculnya atau terjadinya kebakaran dan mengambil langkakh-lagkah untuk mencegah kemungkinan tersebut menjadi kenyataan. Pencegahan kebakaran membutuhkan suatu program pendidikan dan pengawasan beserta pengawasan karyawan, suatu rencana pemeliharaan yang cermat dan teratur atas bangunan dan kelengkapannya, pemeriksaan, penyediaan dan penempatan yang baik dari peralatan pemadam kebakaran termasuk memeliharanya baik segi siap-pakainya maupun dari segi mudah dicapainya.

Cara mencegah Kebakaran atara lain: usahakan mengisi minyak tanah ke dalam kompor tidak terlalu luber dan jangan biarkan sampai minyak di dalam kompor kosong, periksa sumbu kompor apakah ada yang panjang sebelahatau ompong, karena bisa menyulut kebakaran, jangan menaruh kompor terlalu dekat dengan dinding, jangan merokok di tempat tidur, jangan biarkan anak kecil bermain korek api, periksalah saluran gas dari tabung ke kompor, jangan membakar sampah di tengah terik matahari atau daerah yang kencang angin dan lain sebagaianya.

Jika mengalami luka akibat terbakar, secepatnya dinginkan dengan es batu atau disiram dengan air yang mengalir aatau air yang ditambah dengan garam, sambil memnunggu penanganan dari tenaga medis.

Jangan bersembunyi di kamar mandi. Ketika kobaran api membesar dan kamar mandi kering, air akan mendidih. Banyak korban tewas ditemukan di dalam kamar mandi atau dalam posisi berendam di dalam bak air

Bila terkurung asap, usahakan berjalan di bawah asap dengan merangkak. Berat jenis asap lebih ringan dari udara, sehingga asap akan memenuhi bagian atas ruangan. Jangan lupa, tutup mulut dan hidung dengan kain. Penyebab jatuhnya korban yang terbanyak adalah karena menghisap banyak asap, bukan akibat terbakar api.

Jika kebakaran disebabkan oleh lisrik segara matikan atau putuskan aliran listrik secepatnya dan padamkan percikan apinya.

Evaluasi X

I. Berilah tanda silang (x) huruf a, b, c, atau d pada jawaban yang paling benar!

  1. Api akan terjadi jika ada persenyawaan zat-zat berikut ini, kecuali………..

    1. Karbondioksida

    2. Oksigen

    3. Sumber panas

    4. Benda mudah terbakar

  2. Kebakaran yang disebabkan oleh kayu termasuk kategori kebakaran kelas…………….

    1. A

    2. B

    3. C

    4. D

  3. Zat berikut ini yang paling mudah terbakar adalah……………………

    1. Minyak tanah

    2. Bensin

    3. Alkhohol

    4. Kertas

  4. Kebakaran kelas C adalah kebakaran yang disebabkan oleh…………….

    1. Benda padat

    2. Minyak tanah

    3. Solar

    4. Listrik

  5. Bila kompor di rumah kita terbakar, maka cara yang tepat untuk memadamkannya adalah dengan menggunakan……………………

    1. Pasir

    2. Air

    3. Hydran

    4. Kain basah

  6. Apabila sudah terjadi kebakaran maka langkah kita adalah menghilangkan………….dalam kebakaran tersebut

    1. Bahan yang terbakar

    2. Sumber kebakarannya

    3. Karbondioksida

    4. Oksigen

  7. Peralatan yang cepat dan multiguna yang dapat dipakai untyk jenis kebakaran A, B, C adalah………………

    1. Pasir

    2. APAR

    3. Karung basah

    4. Air

  8. Apa yang kamu lakukan jika kamu melihat putung rokok dibuang oleh perokok keadaan masih menyala……………

    1. Diambil dan di matikan

    2. Dibiarkan saja

    3. Diambil dan dibuang ke tempat sampah

    4. Diambil lalu dihisap

  9. Berikut ini adalah salah satu zat yang mudah terbakar dan dapat menimbulkan kebakaran adalah………………………

    1. Zat padat

    2. Zat cair

    3. Zat asetan

    4. Campuran zat padat dan zat cair

  10. Zat yang harus kita hilangkan atau isolasi saat sudah terjadi kebakaran adalah………………

    1. H2o

    2. Hydrogen

    3. O2
    4. Karbondioksida

II. Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan benar!

  1. Kebakaran kelas A kebakaran yang disebkan oleh? Dan sebutkan jenisnya!

  2. Kebakaran kelas B kebakaran yang disebkan oleh? Dan sebutkan jenisnya!

  3. Kebakaran kelas C kebakaran yang disebkan oleh? Dan sebutkan jenisnya!

  4. Mengapa lilin yang menyala kemudian ditutp dengan gelas akan mati? Jelaskan!

  5. Air adalah media pemadam kebakaran yang cocok untuk jenis kebaran kelas?

III. Pengayaan

Carilah informasi dari berbagai sumber tentang prinsip pemadam kebakaran. Tuliskan resumenya di kertas folio dan kumpulkan!

Daftar Rujukkan

Faris, Aba S.pd. 2009. Buku Ajar Pendidikan Jasmani, dan Kesehatan untuk SMP kelas IX semester 1. Surakarta: CV Citra Pustaka.

A.Carr, Gerry. 2006. Atletik Untuk Sekolah, Jakarta: PT.Grafindo Persada.

Departemen Pendidikan Nasional, Standart Isi 2006 Pendidikan Jasmani, Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.

Soekarno, Wuryati Dra. 2007. Teori dan Praktik Senam Dasar, Yogyakarta: PT. Intan Pariwara.

Gian, C.K. 2005. Ilmu Kedokteran Olahraga, Jakarta: Binarupa Aksara.

Yudiawan, Deni. 2006. Panduan Praktis Berpetualang di Alam Bebas, Bandung: Puspa Swara.

________.2003. Panduan Kegiatan Perkemahan dan Keterampilan Pramuka, Jakarta: Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Propinsi DKI Jakarta.

www.bmg.go.id

www.idepfoundation.com

www.kimpraswil.go.id

Ujian Akhir Semester

I. Berilah tanda silang (x) huruf a, b, c, atau d pada jawaban yang benar!

  1. PERBASI didirikan pada tanggal……..

  1. 23 Agustus 1951

  2. 23 September 1951

  3. 23 Oktober 1951

  4. 23 Nopember 1951

  1. Teknik menggiring bola dalam bolabasket dibedakan menjadi…….

  1. Menggiring bola atas dan bawah

  2. Menggiring bola tinggi dan rendah

  3. Menggiring bola vertical dan horizontal

  4. Menggiring bola visual dan nonvisual

  1. Teknik menggiring bola rendah pada permaian bolabasket dilakukan untuk……..

  1. Shooting

  2. Menghindari perebutan bola

  3. Pengoperan bola

  4. Terobosan ke daerah lawan

  1. Pukulan dengan raket yang menerbangkan shuttlecock ke bidang lapangan lain secara diagonal dan bertujuan sebagai pembuka permaianan disebut……………….

  1. Smash

  2. Dropshot

  3. Service

  4. Lob

  1. Pukulan yang dilakukan untuk menerbangkan shuttlecock setinggi mungkin mengarah jauh ke belakang garis belakang garis lapangan disebut……………………..

  1. Smash

  2. Dropshot

  3. Service

  4. Lob

  1. Berikut ini yang bukan merupakan pukulan service adalah……………….

  1. Service pendek
  2. Service panjang
  3. Service drive
  4. Service dropshot
  1. Panjang lintasan untuk awalan lompat jauh tidak boleh kurang dari………………..

  1. 25m

  2. 30m

  3. 40m

  4. 45m

  1. Sikap badan ketika melayang di udara pada lompat jauh adalah sebagaimana berikut, kecuali……………………

  1. Duduk

  2. Jongkok

  3. Menggantung/melenting

  4. Berjalan di udara

  1. Untuk menghindari pendaratan pada pantat, maka lengan harus…………………….

  1. Dilipat dibelakang badan

  2. Diayunkan ke depan

  3. Dilipat di samping badan

  4. Diluruskan ke atas

  1. Posisi lutut yang benar pada saat melakukan kuda-kuda adalah………

  1. Direndahkan

  2. Ditinggikan

  3. Disilangkan

  4. Dilipat

  1. Posisi kedua telapak kaki yang benar saat melakukan posisi awal membentuk sudut……………0
  1. 35

  2. 45

  3. 90

  4. 180

  1. Posisi kedua tangan yang benar saat melakukan posisi awal gerakan pencak silat adalah…………

  1. Mengepal di depan dada

  2. Menyilang di depan dada

  3. Lurus di depan dada

  4. Melipat di depan dada

  1. Kebugaran jasmani memiliki tujuan………

  1. meningkatkan kekuatan otot

  2. meningkatkan daya tahan tubuh

  3. meningkatkan kelentukan persendian

  4. mempertahankan dan menyelaraskan kondisi tubuh dalam kehidupan sehari-hari

  1. Kemampuan sekelompok otot melawan beban dalam suatu usaha, disebut…………..

  1. daya tahan otot

  2. kekuatan otot

  3. kelentuka otot

  4. fleksibilitas otot

  1. Latihan peregangan berguna untuk meningkatkan………..

a. kelentukan c. daya tahan

b. kecepatan d. kekuatan

  1. Posisi lengan dan kaki saat melakukan gerak meroda adalah ………

a. diluruskan c. dilipat

b. ditekuk d. diputar

  1. Sumber gerak melenting saat melakukan lenting tengkuk adalah dari ……..

a. pinggang c. lutut

b. paha d. kaki

  1. Posisi kaki dan badan saat melakukan keseimbangan dengan sikap melayang adalah ……..

a. sejajar c. menyilang

b. tegak lurus d. membentuk sudut

  1. Pelopor senam irama yang berasal dari tari adalah……………..

  1. Delsartes

  2. Rudolf Van Raban

  3. Per Hendrik Ling

  4. William Peterson

  1. Senam irama yang mengutamakan keindahan dan keserasian gerakan disebut……………..

  1. Seni tari

  2. Seni musik

  3. Seni sandiwara

  4. Seni modeling

  1. Tekanan yang harus diberikan dalam senam irama adalah……………….

  1. Kelentukan tubuh

  2. Kecepatan gerakan

  3. Keharmonisan

  4. Keindahan

  1. Cara mengambil nafas dalam renang yang paling mudah dilakukan renang gaya………….

  1. Bebas

  2. Punggung

  3. Dada

  4. Kupu-kupu

  1. Indonesia mengenal olahraga renang sejak……………

  1. Nenek moyang kita

  2. Penjajahan Belanda

  3. Penjajahan Jepang

  4. Setelah kemerdekaan

  1. Pengaruh daya luncur yang paling besar dalam renag yaitu…………….

  1. Gerakan tangan

  2. Gerakkan pinggul

  3. Gerakan punggung

  4. Gerakan kaki

  1. Salah satu dan tujuan berkemah adalah……………….

  1. Mengembangkan kepercayaan diri

  2. Mengembangkan sifat disiplin

  3. Mengembangkan sifat gotong royong

  4. Untuk meningkatkan daya tahan tubuh

  1. Salah satu sifat dan manfaat berkemah aadalah………………

  1. Meningkatkan keterampilan

  2. Mengembangkan rasa cinta tanah air

  3. Sebagai rekreasi

  4. Untuk mengumpulkan data dan informasi lingkungan

  1. Yang perlu dirancang sebelum melakukan kegiatan atau perkemahan, diantaranya adalah………………….

  1. Waktu, biaya dan tempat

  2. Cara mendirikan tenda

  3. Cara membuat denah lokasi

  4. Cara memasak di tempat lokasi perkemahan

  1. Apa yang kamu lakukan jika kamu melihat putung rokok dibuang oleh perokok keadaan masih menyala……………

  1. Diambil dan di matikan

  2. Dibiarkan saja

  3. Diambil dan dibuang ke tempat sampah

  4. Diambil lalu dihisap

  1. Berikut ini adalah salah satu zat yang mudah terbakar dan dapat menimbulkan kebakaran adalah………………………

  1. Zat padat

  2. Zat cair

  3. Zat asetan

  4. Campuran zat padat dan zat cair

  1. Zat yang harus kita hilangkan atau isolasi saat sudah terjadi kebakaran adalah………………

  1. H2o

  2. Hydrogen

  3. O2
  4. Karbondioksida

II. Jawablah Pertanyaan di bawah ini dengan benar!

    1. Jelaskan yang dimaksud dengan jump shoot dalam bola basket?
    2. Sebutkan jenis pukulan smash dalam bulu tangkis?

    3. Sebutkan jenis-jenis raket yang dipakai dalam permaian bulu tangkis?

    4. Sebutkan teknik dasar dalam lomoat jauh dan berilah penjelasan secukupnya!
    5. Sebutkan dan jelaskan bentuk-bentuk latihan dalam kebugaran jasmani!

    6. Jelaskan cara-cara memegang gada dalam senam irama!

    7. Bagaimana dalam pengambilan nafas dalam renang gaya punngung? Jelaskan!

    8. jelaskan prinsip packing yang perlu kamu perhatikan ketika akan melakukan penjelajahan!

    9. apa yang dimaksud mencegah kebakaran?

    10. apakah kegunaan dari smoke detector!

Daftar Pustaka

Faris, Aba S.pd. 2009. Buku Ajar Pendidikan Jasmani, dan Kesehatan untuk SMP kelas IX semester 1. Surakarta: CV Citra Pustaka.

A. Carr, Gerry. 2006. Atletik Untuk Sekolah, Jakarta: PT.Grafindo Persada.

Departemen Pendidikan Nasional, Standart Isi 2006 Pendidikan Jasmani, Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.

Soekarno, Wuryati Dra. 2007. Teori dan Praktik Senam Dasar, Yogyakarta: PT. Intan Pariwara.

Gian, C.K. 2005. Ilmu Kedokteran Olahraga, Jakarta: Binarupa Aksara.

Yudiawan, Deni. 2006. Panduan Praktis Berpetualang di Alam Bebas, Bandung: Puspa Swara.

________.2003. Panduan Kegiatan Perkemahan dan Keterampilan Pramuka, Jakarta: Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Propinsi DKI Jakarta.

www.bmg.go.id

www.idepfoundation.com

www.kimpraswil.go.id

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: